Ia menambahkan, yang diprioritaskan dalam tes PPPK tersebut adalah tenaga honorer K2 yang masih aktif bekerja, dan tetap mengikuti tes CAT.
Sementara itu, kepada Haliyora.id, beberapa peserta mengatakan, di antara tiga ribu lebih warga yang ikut sosialisasi, rata-rata lulusan SMA yang pernah menjadi tenaga honorer di OPD lingkup Pemda Morotai era Bupati Benny Laos.
“Jadi kami ini walau hanya tamatan SMA tapi pernah honor di semua instansi di Pemda Pulau Morotai. Hanya saja, tahun 2018 kami dapat PHK atau dirumahkan,” ujar mantan tenaga honorer itu.
Mereka mengaku di PHK sebab tidak lulus tes tenaga kontrak daerah tahun 2018, dan karena kebijakan efisiensi anggaran daerah dari Pemda Pulau Morotai saat itu.
“Olehnya itu kami berharap semoga dalam tes PPPK tahun ini jangan dipersulit supaya kami bisa lolos, sebab kami sudah lama mengabdi untuk daerah ini,” harap mereka. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!