Jacklyn menceritakan, kejadian tersebut terjadi di rumah dinas Pj Bupati Pulau Morotai, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan. Pada saat itu, ia dipanggil oleh kepala sekolahnya untuk menghadap ke Pj Bupati dan Syafruddin Manyila untuk mengklarifikasi postingan di akun Facebooknya.
“Jadi awal mulanya itu jam 8 pagi Pak Kepsek datang di rumah saya. Menurut Pak Kepsek, Ibu Kaban BKD menelpon ke dirinya untuk memanggil saya, dengan alasan disuruh saya menghadap ke Pak Bupati. Pas saya datang ke kediaman Pak bupati, itu sudah seperti direncanakan,” tutur Jacklyn.
Namun, setelah ia tiba di kediaman Pj Bupati dirinya merasa diintimidasi oleh kedua pejabat tersebut. Padahal pada saat itu, ia sedang menjelaskan apa yang ditanyakan oleh kedua pejabat tersebut.
“Mereka kasih duduk saya di paling pojok. Setelah saya duduk mereka langsung bilang sama saya, kau duduk dengan sopan. Setelah, itu Pak Syafruddin minta saya jelaskan terkait dengan struktur. Terus saya tanya Pak saya mau jelaskan struktur yang mana struktur Pemda apa struktur sekolah, setelah itu saya sudah jelaskan struktur Pemda, namun setelah saya jelaskan dia (Syafruddin) bilang saya sinting,” jelasnya.
Setelah mengucapkan kata tersebut, Jacklyn mengatakan Syafruddin Manyila langsung meninggalkan dirinya dan diambil alih oleh Pj Bupati Burnawan. Sementara, kepada dirinya Burnawan juga melontarkan kata goblok padanya.
“Setelah dia (Pak Syafruddin) keluar ruangan, Pj Bupati yang ambil alih. Setelah itu, Pak Bupati suruh saya jelaskan tapi saya belum jelaskan saya minta maaf terlebih dahulu karena waktu saya bicara ada gerakan tangan saya, tapi Pj Bupati langsung bilang saya goblok,” ungkapnya.
Karena hal tersebut, ia menegaskan tak akan mencabut laporan polisi dan siap melanjutkan masalah itu hingga ke pengadilan. “Saya tidak akan cabut laporan polisi dan siap sampai di tahap pengadilan,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!