98,8 Persen Koperasi di Malut Belum Mendapatkan Akses Pinjaman

Masih terdapat potensi sebesar 98,8 persen koperasi di Maluku Utara yang belum mendapatkan akses pinjaman

Ahmad Nizar (Direktur Keuangan LPBD-KUMKM)

Ternate, Maluku Utara- Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mencatat, sebanyak 13 koperasi atau 1,2 persen dari total koperasi aktif dengan total pinjaman sebesar Rp 11,2 miliar yang sudah mendapatkan akses pinjaman. 

Ahmad Nizar, Direktur Keuangan LPDB-KUMKM mengatakan, berdasarkan Online Data System (ODS), per 31 Desember 2022 terdapat 1.079 koperasi aktif di wilayah Maluku Utara.

BACA JUGA  Laksanakan Arahan Pemerintah, PLN Fokus Program Uji Coba Kompor Listrik

Dari jumlah ini, terdapat 14 (1,30 persen) koperasi memiliki grade B, 155 (14,37 persen), memiliki grade C, 40 (3,71 persen), memiliki grade D, dan 870 (80,63 persen) memiliki grade E.

Dari jumlah tersebut, koperasi yang sudah mendapatkan akses pinjaman hingga kini hanya berjumlah 13 koperasi atau sekitar 1,2 persen dari total koperasi aktif dengan total pinjaman sebesar Rp 11,2 miliar.

BACA JUGA  Di KTT COP27, PLN Paparkan Strategi Pembiayaan Wujudkan Transisi Energi di Indonesia

“Sehingga masih terdapat potensi sebesar 98,8 persen koperasi di Maluku Utara yang belum mendapatkan akses pinjaman,” ungkap Ahmad. 

Dikatakan, potensi koperasi yang belum mendapatkan akses pembiayaan dana bergulir LDPB-KUMKM tersebut, terdapat beberapa hambatan yang mungkin dihadapi, mulai dari price barrier (keterbatasan akan jangkauan biaya), information barrier (keterbatasan informasi), design product barrier (produk, sistem, atau layanan keuangan formal yang tidak sesuai dengan kebutuhan), dan channel barrier (sarana yang tidak sesuai).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah