“Tahun 2022 kemarin sebanyak 9 pasien sudah ditangani dan sekarang ada tambahan 5 pasien ODGJ juga sudah dirujuk ke RSJ Sofifi, makanya tercatat sebanyak 14 ODGJ untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Menurut Amar, setelah pasien kembali ke Halsel, pihaknya tetap melakukan pengawasan disertai pengobatan rutin sesuai anjuran dokter RSJ Sofifi.
“Karena terkendala belum ada gedung pasien ODGJ di Halsel makanya Dinsos tahun ini anggarkan Rp 600 juta membangun rumah singgah bagi ODGJ yang sementara dalam tahapan membangun berlokasi di RSUD Marabose,” tutur Amar sambil menyebutkan rumah singgah ODGJ secepatnya akan difungsikan.
Sementara, Sekretaris Dinsos Halsel, Siti Khodijah menambahkan, data ODGJ per April 2023 tercatat sebanyak 190 pasien, dan sudah ditangani sebanyak 22 pasien.
“Sebanyak 22 ODGJ yang ditangani jalani perawatan di RSJ Sofifi, 14 pasien ODGJ lainya telah kembali. Alhamdulilah mereka sudah kembali melakukan aktivitas secara normal, tapi masih dalam pengawasan sambil konsumsi obat secara rutin,” terangnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!