Tidore, Maluku Utara- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tidore Kepulauan, AKBP Busranto Abdullatif mengakui, sejauh ini pihaknya belum memaksimalkan pemberantasan Narkoba di wilayah Tidore Kepulauan (Tikep) karena terkendala dengan kurangnya sumber daya manusia (SDM) dibidang pemberantasan.
“Saat ini yang tercatat hanya satu orang tenaga penyidik, dan satu-satunya personil Polri yang bertugas di BNN Kota Tikep yakni Kepala BNN sendiri,” akuinya kepada awak media, Jum’at (30/12/2022).
Padahal untuk melaksanakan kegiatan dan program kerja dalam bidang pemberantasan ini, kata Busranto, harus memiliki setidaknya 8 orang personil, yang terdiri dari 1 orang kepala seksi pemberantasan, beberapa orang penyidik dan penyidik pembantu termasuk minimal 2 orang petugas intelijen, ditambah 1 orang petugas analis intelijen dan pengolah data pada seksi pemberantasan.
“Setiap pergantian Kapolres, pihak BNN selalu negosiasi agar mendapat tambahan petugas penyidik dari Polres yang diperbantukan ke BNN Kota Tikep, namun lagi-lagi pihak Polres pun kekurangan petugas penyidik tindak pidana penyalahgunaan narkotika sehingga hal tersebut belum terwujud hingga saat ini,” jelasnya. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!