Morotai, Maluku Utara- Pemerintah Pusat bersama Pemda Pulau Morotai dan Forkopimda menggelar rapat Koordinasi lintas sektoral di Bidang Operasional melalui Video Conference, Jum’at (16/12/2022). Rakor tersebut digelar dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022-2023.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri, dan dihadiri oleh Mendagri Tito Karnavian dan sejumlah Menteri serta sejumlah pimpinan TNI-Polri.
Di kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo menyampaikan beberapa himbauan penting dalam pengamanan Natal dan tahun baru nanti. Diantaranya, pelaksanaan kegiatan ibadah seperti Masjid, Mushola, Gereja, Pura, dan Vihara serta tempat ibadah lainnya dapat dilakukan paling banyak 100 persen dan kapasitas dengan penerapan Prokes secara lebih ketat serta memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.
Hal ini guna menjamin kelancaran dalam perayaan ibadah Natal. Selain itu akan dibentuknya Pos Terpadu di terminal bandara, stasion, terminal dan pelabuhan bersama dengan stakeholder terkait.
“Hal itu dilakukan agar memastikan penerapan protokol kesehatan, khususnya di loket pembelian tiket, pintu masuk, dan area tunggu. Dan untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi bagi pelaku perjalanan untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermo gun atau thermal camera dan mendorong agar pembelian tiket dilaksanakan secara online. Itu himbauan pertama,” kata Kapolri.
Selanjutnya, sambung Kapolri, harus melakukan patroli jalan kaki di area terminal, bandara, stasiun, rest area, terminal dan pelabuhan. Kemudian melakukan koordinasi dengan ASDP dalam mengatur jadwal keberangkatan dan menambah armada penyeberangan guna mencegah terjadi penumpukan di pelabuhan laut.
Selain itu, juga melakukan identifikasi potensi kerawanan di sekitar tempat ibadah dengan melibatkan Komunitas Intelijen Daerah, serta memberikan himbauan kepada para jama’ah maupun jama’at untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Kapolri juga menghimbau agar semua stakeholder terkait serta seluruh elemen elemen masyarakat termasuk Ormas Keagamaan dilibatkan dalam pengamanan ibadah Natal.
“Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi kegiatan masyarakat dalam merayakan Tahun Baru yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Olehnya itu, kerumunan yang dapat menyebabkan munculnya korban harus dapat diantisipasi sejak dini,” tandasnya Kapolri.
Diketahui juga, dalam rapat ini dihadiri oleh Asisten II Pulau Morotai Safrudin Manyila, Kasdim 15/14 Morotai, Mayor Inf Amos Bukanusa, Wakapolres, Kompol Syamsul Alam, Kadisops, Mayor Pnb Winarto, Dandenpomal Kapten Laut (PM) Sumaryono, Koorpos Unit Siaga SAR Morotai Marjun Doa, dan Perwakilan Kemenag Morotai H. Musanif Sibua serta pihak PT. Pertamina Morotai Yusmal. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!