Sofifi, Maluku Utara- Ketua Komisi lll DPRD Maluku Utara, Rosihan Jafar mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ini Komisi lll akan mengevaluasi seluruh progres pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang bersumber dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
“Jadi dalam waktu dekat komisi lll DPRD akan melakukan evaluasi seluruh progres pekerjaan PT SMI,” kata Rosihan kepada Haliyora baru-baru ini.
Lanjut Rosihan, Komisi III memberikan waktu kepada pihak rekanan agar segera menyelesaikan seluruh progres pekerjaan karena anggaranya juga baru dicairkan. Selain itu, Komisi III juga akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung progres pekerjaan yang dikerjakan PT SMI itu.
“Kita berharap pihak rekanan melakukan pekerjaan sesuai dengan anggaran yang telah dicairkan. Prinsipnya setiap pekerjaan harus cair 100 persen, karena kontrak SMl berakhir pada akhir bulan November 2022,” tandas Rosihan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengklaim menggelontorkan anggaran Rp 589 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan tahun anggaran 2022 untuk membiayai pekerjaan infrastruktur yang tidak selesai dikerjakan oleh PT SMI di 9 kabupaten/kota, mines Kota Ternate.
Alokasi anggaran setengah triliun ini diprogramkan menggunakan sistem tahun jamak atau Muliyears (MY). Tak kepalang tanggung, untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang tak selesai dikerjakan itu, Pemprov Malut melalui Dinas PUPR Malut telah mendapat restu dari Komisi III DPRD Malut.
Restu yang diberikan DPRD tentu tak sembarang diberikan meski ditentang sejumlah pihak. DPRD berdalih, Multiyears yang dicetuskan Pemprov Malut dengan gelondongan anggaran ratusan miliar itu selain mampu menyelesaikan proyek-proyek mangrak yang dikerjakan SMI, juga berimbas pada akselarasi pertumbuhan ekonomi masyarakat Maluku Utara.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Malut, Saifuddin Djuba menyampaikan, sedianya program MY ini akan berjalan selama tiga (3) tahun ke depan, yakni dari tahun 2022 hingga 2024 mendatang. Program yang diluncurkan ini untuk menangani 21 paket pekerjaan di kabupaten/kota, mines Kota Ternate.
Menurutnya, dengan kehadiran program tersebut diharapkan bisa menyelesaikan pekerjaan fisik yang tak tuntas dimana pembiayaannya dari SMI sebelum akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, Abdul Gani Kasuba-Al Yasin Ali, sehingga bisa dinikmati masyarakat.
“Jadi dengan adanya multiyears yang dibiayai oleh APBD Perubahan ini, dipastikan akan segera menyelesaikan semua proyek yang belum selesai dikerjakan, termasuk proyek yang dibiayai oleh SMI beberapa waktu lalu akan dilanjutkan,” demikian kata Saifuddin seperti yang dikutip pada pemberitaa haliyora.id pada edisi 8 November lalu. (Sam-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!