Wali Kota Ternate Angkat Suara Terkait Rencana Keberangkatan Lurah ke Bali

Ternate, Maluku Utara- Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman menyebutkan rencana keberangkatan 78 lurah ke Bali dengan tujuan bimbingan teknis tidak jadi masalah, karena agenda kegiatan bimbingan tekhnis para lurah itu sudah dinggarkan. “Tapi kalau ada lurah yang tidak berangkat juga tidk apa-apa,” ujar Walikota saat dikonfirmasi, Senin (07/11/2022).

Terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Ternate, Wanty Juliawanty, mengatakan bahwa keberangkatan lurah ke Bali merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas yang dilakukan pada setiap tahun.

“Bimtek ini mau tidak mau harus dilakukan, karena ini bagian dari meningkatkan kapasitas pelayanan para lurah, sebab, kita juga tau bahwa latar belakang pendidikan lurah sangat tidak sama (bermacam-macam),” katanya..

BACA JUGA  Satu Bacaleg di Halsel Aktif Jabat Bendahara Desa, KPU : Sudah Undur Diri

Dikatakan, tujuan dari kegiatan itu juga menyangkut dengan publik speaking yang juga dilanjutkan dengan studi banding ke Desa Panglipuran, Kabupaten Bangli, selama tiga hari, sebab desa tersebut merupakan desa terbersih.

”Jadi diharapkan para lurah itu dapat belajar tentang kebersihan lingkungan, terutama penanganan sampah sehingga setelah mereka pulang dapat diterapkan di masing-masing kelurahnny,” ujar Wanty.

Namun, kapan para lurah itu berangkat ke Bali, Wanty mengaku belum bisa memastikan. ”Sementara ini masih menunggu anggaran kelurahan yang masing-masing untuk biaya keberangkatan mereka. Sedangkan fasilitas lainnya ditangani pihak ketiga. “Pihak ketiga sendiri meminta menanggung sebesar Rp 5 juta per kelurahan,” terangnya.

BACA JUGA  Ahmad Purbaya dan Kepala BPK Malut Disorot, Demonstran Ungkap Dugaan Intervensi Jabatan

Meski demikian, Wanty belum bersedia menyebut pihak ke tiga yang bakal membantu keberangkatan para lurah ke Dali.

“Maaf, saya belum bisa sampaikan ke kalian siapa pihak ketiga itu. Yang jelas bantuan dari pihak ketiga itu bukan kami yang mengelola, tapi ada lembaga tertentu yang mengelola kegiatan itu. Jadi Rp 11 juta itu untuk sudah termasuk biaya hotel, akomodasi, dan makan minumnya. Nanti sisanya Rp 6 juta untuk harga tiket,” pungkasnya. (Arul-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah