Tidore, Maluku Utara- Perhelatan Sail Tidore tahun 2022 yang berlangsung bulan November ini ternyata membawa berkah bagi sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar taman Tugulufa, Kota Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Kendati masih berlangsung 20 hari lagi, namun sejumlah pedagang mengaku merasa senang lantaran banyak pengunjung yang memadati kawasan tersebut.
Tak tanggung-tanggung, omzet para pedagang baik asongan, warung makan dan pedagang lainnya di area itu naik berkali lipat dibanding hari-hari biasanya, terutama di waktu sore hari.
Seperti Kasmi, salah satu pemilik warung soto asal Pulau Jawa yang sudah menetap di Kelurahan Tomagoba, mengaku bisa meraup untung hingga Rp 500 ribu dalam sehari.
“Saya berjualan dari jam sebelas sampai jam enam sore, Alhamdulilah pendapatan saya saat berjualan empat hari ini itu kalau hitung rata-rata Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu perhari,” ucap Kasmi, Senin (31/10/2022).
Ia berharap pendapatan yang diperolehnya bukan hanya di saat perhelatan Sail Tidore berlangsung saja, namun pasca hajatan itu. “Alhamdulilah, mudah-mudahan ke depannya bisa lancar dan kawasan pantai Tugulufa tetap ramai terus,” imbuhnya.
Rasa syukur yang sama juga diungkap Ratan, salah seorang pemilik warung makan kuliner. Dia mengaku omzet yang diperolehnya bisa capai jutaan rupiah sejak warungnya dibuka dari pagi hingga malam karena ramai dikunjungi para pengunjung.
Varian menu yang disajikan seperti nasi ikan, ayam lalap, minuman ringan hingga kopi, laris manis dibeli para pengunjung yang memadati area tersebut dari sore hingga malam.
“Tidak seperti hari-hari biasanya, jelang Sail Tidore, banyak pengunjung di pantai Tugulufa, omzet yang saya peroleh beberapa hari terakhir ini capai jutaan rupiah. Mungkin ini akan naik lagi di saat Sail berlangsung,” akunya.
Agar pantai Tugulufa tetap ramai dikunjungi para pengunjung, Ratna berharap ada upaya Pemerintah Kota Tikep agar ke depannya lebih berinovasi, bukan hanya pada saat perhelatan Sail saja, namun upaya lain sehingga area tersebut tetap ramai dikunjungi para pengunjung dan pelancong dari daerah lain.
“Ini juga bertujuan supaya objek Tugulufa bukan hanya dikenal di saat Sail berlangsung saja, tapi pasca itu. Dengan begitu ekonomi juga berjalan lancar,” pungkasnya. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!