Teras Gedung Rektorat Unipas Morotai Ambruk, Kontraktor Akui Khilaf

Morotai, Maluku Utara- Belum lama dibangun, teras gedung Rektorat Universitas Pasifik (Unipas) Morotai ambruk pada Sabtu (2/10/2022) pekan kemarin. Kejadian ini menyebabkan salah satu pekerja bangunan yang berada di lokasi mengalami cedera pada bagian kaki kanan akibat terkena reruntuhan pipa alat pengecoran.

Informasi yang dihimpun wartawan, ambruknya teras gedung Rektorat Unipas Morotai pada pekan kemarin, terjadi ketika para pekerja baru saja melakukan separuh dari pekerjaan pengecoran, namun tiba-tiba lantai teras gedung itu ambruk.

Dari amatan media ini pada Selasa (4/10/2022), ambruknya teras utama gedung rektorat Unipas Morotai itu diduga karena pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan metode pelaksanaan pekerjaan saat pengecoran. Selain itu, kuat dugaan tidak adanya pemeriksaan bekisting dan perancah, baik oleh kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan, konsultan pengawasan, serta PPK dan Direksi dari instansi terkait sebelum pekerjaan itu dilakukan.

“Tidak ada, kami hanya disuruh melakukan pengecoran saja. Kami ini hanya pekerja yang melakukan pekerjaan itu saja, jadi kalau ada masalah kami tidak tahu,” ungkap salah seorang pekerja tanpa mau menyebutkan namanya ketika dijumpai wartawan, (4/10/2022).

BACA JUGA  ASN Morotai yang Malas Berkantor? Siap-siap Kena Sanksi

Tidak hanya itu, penggunaan material khususnya untuk agregat kasar atau batu pecah juga diduga tidak memenuhi spesifikasi karena mencampur batu pecah yang sesuai standar dengan jenis batu yang tidak sesuai standar. Hal tersebut diduga sengaja dilakukan oleh pihak kontraktor dengan tujuan untuk mengurangi biaya material.

Di samping itu, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga tidak berjalan. Hal ini dapat dibuktikan juga dari pengakuan para pekerja yang tidak dilindungi dengan peralatan safety. “Tidak ada, ini sampai kemarin ada yang kakinya bengkak karena tertindis pipa alat pengecor,” aku salah seorang pekerja.

Sementara, kontraktor pelaksana kegiatan, Opik, ketika dikonfirmasi terkait dengan ambruknya teras gedung rektorat Unipas Morotai mengaku salah dan Khilaf. “Kami salah, kami khilaf, kemarin komunikasi yang salah antara bagian teknik dengan orang di lapangan, kejadiannya saat pengecoran itu,” akunya.

Atas kejadian ini, pihaknya berjanji akan memperbaiki sampai selesai. “Memang tetap kami bertanggungjawab, kami akan menyelesaikannya,” janjinya sembari meminta wartawan untuk mengkonfirmasi ke bagian teknik pada proyek itu.

BACA JUGA  Harga BBM Naik, Aparat Jaga Ketat SPBU Sanana

Terpisah, Pejabat Pembuat komitmen (PPK), Ode Ari Junaedi Wali, ketika dikonfirmasi lewat whatsApp menyampaikan, bangunan itu masih dalam pelaksanaan sehingga kalau kejadian seperti itu otomatis masih bisa diperbaiki, terkecuali sudah melewati masa pelaksanaan.

“Kalau dalam volume pekerjaan yang namanya ambruk itu kami tetep hitung dari nol, jadi pihak pelaksana akan kembali memperbaiki sesuai dengan kapasitasnya. Soal kerugian bangunan yang ambruk, kami belum bisa hitung berapa besarnya karena masih dalam waktu pelaksanaan, tetapi itu kerugian perusahaan dan kami tidak mau tahu harus disesuaikan progres fisiknya,” tandasnya.

Sebagai informasi, proyek pembangunan Gedung Rektorat Unipas yang berlokasi di kampus Unipas Morotai itu dikerjakan oleh CV. Morojaya Sentosa Abadi. Proyek pembangunan gedung Unipas dengan Nomor Kontrak, 600.02/CK/SP.GU/DPUPR-PM/IV/2022, tertanggal 7 April 2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp 5.713.785.000, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2022. Sementara waktu pelaksanaan pekerjaan selama 180 Hari Kalender. (Tir-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah