Ini Tarif Air Minum Ake Gaale Ternate Sesuai Kelompok Pengguna

Ternate, Maluku Utara- Direktur Utama Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate, Abubakar Adam menyampaikan penyesuaian tarif air yang akan dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah Ake Gaale Kota Ternate telah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Perhitungan dan Penetapan Tarif Air minum.

Abubakar menyebutkan, di dalam Permendagri tersebut disebutkan ada empat kelompok pelanggan atau pengguna air yaitu, kelompok sosial, rumah tangga, bisnis dan kelompok khusus.

Meski begitu, dalam daftar kelompok sosial tidak mengalami penyesuaian tarif yakni untuk kran umum sebesar Rp 750 permeter kubik, kamar mandi umum/WC umum Rp 1.000 permeter kubik, tempat ibadah Rp 1.500 permeter kubik, sekolah, RS pemerintah, yayasan sosial dan panti asuhan Rp 1.750 permeter kubik.

BACA JUGA  KPK Geledah Kantor Dinas ESDM Malut

Sementara kelompok yang mengalami penyesuaian tarif yaitu kelompok rumah tangga, terdiri dari rumah tangga sangat sederhana Rp 2.200 permeter kubik, rumah tangga sederhana Rp 2.475 permeter kubik, lalu rumah tangga mewah Rp 3.850 permete kubik. Kemudian untuk kelompok bisnis yang dikelompokan seperti kios, salon, biro jasa dan penjahit sebesar Rp 4.375 permeter kubik, penginapan, kos kosan, cafe, rumah makan dan bengkel Rp 4.500 permeter kubik.

Berikutnya untuk kelompok laundry, depot air, apotik, RS/dan klinik swasta, praktek dokter, cuci mobil dan motor Rp Rp 5.000 permetee kubik, kemudian industri, ruko, hotel, bank, resto, swalayan, pabrik/gudang Rp 5.500 permeter kubik. Selanjutnya untuk kelompok lainnya seperti pelabuhan laut dan udara Rp 9.000 permeter kubik, serta instansi pemerintah dan TNI/Polri Rp 4.500 permeter kubik.

BACA JUGA  Ruang Tunggu Terminal Bastiong dan Gamalama Diresmikan

Abubakar menambahkan, kenaikan tarif air ini hanya sebesar 10 persen dan masih terbilang murah. Tarif yang dikenakan ini berbeda tergantung pemakaian air, misalnya untuk pemakaian 10 kubik beda dengan pemakaian 20 dan 30 kubik.

“Pemakaian 20 kubik berbeda tarifnya dengan 30 kubik, itu kami kasih naik agak sedikit besar, karena ada fungsi edukasi untuk menahan agar masyarakat jangan boros terlalu boros menggunakan air,” tandasnya. (Arul-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah