Ternate, Maluku Utara- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate, melakukan peninjauan sejumlah bahan pokok di Pasar Barito, Kelurahan Gamalama. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Ternate
Peninjauan tersebut dilakukan bersama oleh Walikota Ternate, Bank Indonesia Maluku Utara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate.
Kepala Disperindag Kota Ternate, Muchlis Djumadil mengatakan, pemantauan tersebut dalam rangka untuk mengendalikan inflasi yang sering terjadi pada bahan pokok berupa cabai, bawang putih serta bawang merah.
Muchlis mengatakan, sejumlah bahan pokok mengalami penurunan harga. Seperti cabai keriting dari harga Rp 60 ribu per kilo turun menjadi Rp 40 ribu per kilo, cabai rawit dari harga Rp 140 ribu per kilo turun menjadi Rp 100 ribu per kilo, cabai nona yang harga sebelumnya sebesar Rp 70 ribu per kilo, turun menjadi Rp 50 ribu per kilo, bawang merah dari harga sebelumnya sebesar Rp Rp 70 ribu per kilo turun menjadi Rp 50 ribu per kilo, dan bawang putih serta bawang bombai dari harga Rp 50 ribu per kilo turun menjadi Rp 40 ribu per kilo.
“Paling tidak kan harganya sudah menurun sebesar Rp 10 ribu sampai dengan Rp 15 per kg,” kata Muchlis kepada Haliyora di Pasar Barito, Rabu (24/08/2022).
Dikatakan, beberapa pekan sebelumnya terjadi kenaikan harga terhadap bahan-bahan kebutuhan pokok tersbut.
“Itu disebabkan keterlambatan kapal pengiriman (pasokan) hahan pokok dari Manado, Sulawesi Utara, dan sampai di Ternate ada yang rusak.
Khusus cabai, sambung Muchlis, TPID akan mencoba pasokan dari pulau Halmahera, sebab lahan di Halmahera juga cukup luas. “Tapi kalau bawang putih dan bawang merah masih dipasok dari Surabaya,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!