Tidore, Maluku Utara- Ketua Komisi III DPRD Tidore Kepulauan, Malik Muhammad, angkat biaca soal banjir di Trans Maidi Kecamatan Oba Selatan Kota.
Malik mengatakan, penanganan banjir di Trans Maidi harus disikapi serius oleh pemerintah, bukan hanya melibatkan satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja, namun melibatkan semua pihak.
“Bencana yang berkepanjangan di Trans Maidi jangan cuma serahkan ke Badan Penanggulan Bencana saja, akan tetapi harus ada kolaborasi semua pihak,” kata Malik, (13/6/2022).
Kolaborasi yang dimaksud kata Malik, yaitu membangun lintas koordinasi antar OPD sehingga tidak membebani satu OPD. Dimana pasca banjir tentu berdampak pada semua sektor, baik pendidikan, kesehatan hingga ekonomi sehingga perlu ada komitmen bersama untuk menanganinya.
“Saya kira di sana butuh satu komitmen bersama, tidak boleh membiarkan BPBD atau Dinas Transmigrasi dan Dinas PU yang tangani sendiri. Dinas Kesehatan misalnya, akibat banjir wabah penyakit tentu ada, maka harus ada penanganan. Lalu Dinas Pendidikan bagaimana melihat proses belajar mengajar di sekolah. Kemudian ekonomi, potensi buah naga di Maidi sangat luar biasa, ini salah produk unggulan di Tikep, bagaimana Pemerintah melihat ini,” tandasnya.
Politisi Partai Nasdem ini lantas mengapresiasi upaya Kepala Desa dan Camat Oba Selatan yang tanggap melakukan koordinasi dengan sejumlah OPD di Pemprov Maluku Utara terkait penanganan banjir ini.
Menurutnya, apa yang disikapi Kades dan Camat Oba Selatan itu merupakan bentuk keresahan mereka mengenai pesoalan banjir yang belum ditangani serius oleh pemerintah.
“Sebagai Ketua Komisi III meminta kepada dinas terkait agar melihat atau menangani banjir yang ada di Maidi jangan kita hanya biarkan di BPBD saja. Saya kira butuh komitmen bersama, sebuah komitmen bagaimana kita menanggulangi banjir di sana,” harapnya. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!