Sanana, Maluku Utara- Banjir Rob menerjang pemukiman warga di Desa Waisum, Kecamatan Mangole Utara Timur, Kepulauan Sula pada Sabtu (04/12/2021)
Rumah warga di pinggiran pantai terdampak banjir mengakibatkan tiga unit rumah rusak ringan. Itu disampaikan Cokro, salah satu warga Waisum kepada Haliyora, Minggu (05/12/2021).
Kepada Haliyora Cokro bercerita, banjir rob terjadi sekira pukul 16.00 hingga pukul 19.00 WIT, akibat air laut pasang kemudian terjadi angin kencang dan ombak besar. Semua rumah warga berada di bibir pantai tekena banjir, sehingga ada tiga rumah mengalami kerusakan ringan.
“Kejadian kemarin sore (Sabtu) sekitar pukul 14.00 hingga 19.00 WIT. Semua rumah warga di bibir pantai terkena banjir rob. Saat itu air laut pasang kemudian terjadi angin kencang disertai ombak besar sehingga menerjang dan menembus hingga masuk ke rumah dan pemukiman warga mengakibatkan tiga rumah warga rusak ringan,” kata Cokro.
Untuk mengindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan maka penghuni rumah yang rusak itu diungsikan ke sanak saudaranya yang bermukim di lokasi yang dianggap aman.
Peristiwa itu juga dibenarkan oleh Ketua BPD Desa Waisum, La Maasum. Ia Menjelaskan, talud penahan ombak tidak mampu menahan terjangan ombak sehingga air laut menerobos ke dalam rumah-rumah warga sekitar bibir pantai.
“Talut penahan ombaknya rendah sehingga terjadi air pasang kemudian ada angin kencang disertai ombak besar dapat menembus talud sehingga air laut dapat menerobos masuk ke dalam rumah dan pemukiman warga,” ujarnya.
Meski demikian, bencana banjir rob tersebut, kata La Maasum, tidak menyebabkan korban jiwa. “Walaupun merusak rumah warga tapi tidak ada korban jiwa,” ungkanya bersyukur.
La Maasum juga meminta warga, terutama warga yang bermukim di sekitar pantai agar terus waspada mengantisipasi banjir rob susulan yang diperkirakan akan terjadi dalam satu dua hari ke depan. “Saat ini warga sudah membersihkan material pasir di pemukiman warga dan di jalan umum,” ujarnya.
La Maasum berharap ke depan pemerintah daerah Kepulauan Sula mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi talud penahan ombak di Desa Waisum. Taludnya harus ditinggikan lagi supaya biasa menahan air saat terjadi air pasang disertai angin kencang dan ombak besar.
“Saya berharap ke depan Pemda Sula anggarkan pembangunan (rehabilitasi) talud penahan ombak di Desa Waisum. Taludnya dibuat lebih tinggi lagi, supaya kalau musim ombak air laut tidak tembus ke pemukiman dan masuk ke rumah warga lagi. Di Desa Waisum ini kalau musim angin Timur, cuaca laut sangat ekstrim dan kami jadi sasaran amukan ombak,” tuturnya mengakhiri. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!