Gangguan Server, Penyampaian APBD Kota Ternate Tahun 2022 Kembali Ditunda

Ternate, Maluku Utara- Paripurna Penyampaian Anggraran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate Tahun 2022 ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Paripurna penyampaian APBD Kota Ternate tercatat sudah dua kali ditunda.

Seperti disampaikan Sekretaris Dewan Kota Ternate Yulianty, SE,  kepada Haliyora bahwa Penyampaian APBD Kota Ternate Tahun 2022 itu sudah mengalami penundaan sebanyak dua kali.

“Sudah dua kali ditunda. Semula dijadwalkan pada Senin (08/11/2021), kemudian ditunda pada Selasa (09/11/2021) hari ini, tapi sekarang ditunda lagi hingga waktu yang tidak ditentukan. Penundaan ini lantaran ada gangguan srrver sehingga dokumen APBD tidak bisa diprint, sebab penyampaian APBD itu kan harus disertai dokumen fisiknya,” terang Yulianty, Selasa (09/11/2021).

BACA JUGA  Sebagian Orang Tua di Ternate Masih Khawatir Anaknya Disuntik Vaksin

Gangguan server tersebut, sambung Yulianty mengakibatkan semua data tidak dapat ditampilkan. “Padahal semua program kegiatan dari setiap OPD sudah terinput di dalam, namun akibat gangguan server sehingga tampilan pendapatan dan belanja tidak muncul.

Dijelaskan, penginputan data APBD 2022 sudah tidak menggunakan SIMDA tapi menggunakan sistem SIPD. Namun karena gangguan server sehingga kembali ditunda.

“Kalau tidak ada gangguan server pasti kita sudah laksanakan Senin kemarin. tapi karena ada ganguan jadi laripurna akan dilaksanakan ketika server sudah normal dan dokumen APBD sudah dapat diprint. ”Jadi tergantung jaringan. Kalu jaringan masih terganggu maka paripurna belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.

BACA JUGA  Perkuat Bidang Pertanian, Pemprov Malut Gelar Musrembangtan Provinsi di Halsel

Yulianty menegaskan, gangguan server tersebut tidak ada unsur kesengajaan, tapi langsung dari pusat, jadi pihaknya sudah berkoordinasi dengan pusat terkait gangguan itu.

“Ini bukanlah faktor kesengajaan, tetapi memang langsung dari pusat. Mungkin karena jaringan untuk Indomesia Timur kurang bagus. Jadi saya sudah berupaya berkoordinasi. Kalau jaringannya sudah nyambung dan postur APBD-nya sudah terlihat dalam aplikasi, maka domumennya sudah bisa diprint, tinggal dikroscek kembali,” ungkapnya.

Yulianty berharap, gangguan tersebut segera diatasi  sehingga penyampaian APBD tahun 2022 ini dapat dilaksanakan. “Pokoknya yang penting saya lihat dokumennya dulu, karena namanya saja penyampaian APBD, harus fisik dokumennya itu yang disampaikan ke DPRD,” pungkasnya. (wan-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah