Bobong, Maluku Utara- Gerakan penggalangan dana yang bertajuk “Peduli Yasmin” itu dilaksanakan, pada Rabu (25/08/2021).
Yasmin, remaja putri (13) mengidap penyakit Hidrosefalus sejak lahir sehingga lumpuh. Hidrosefalus adalah kelebihan cairan yang menekan otak dan dapat merusak otak ditandai dengan kepala penderita membesar. Itulah kondisi Yasmin.
Nurdin, ayah Yasmin mengatakan, putrinya menderita Hidrosefalus sejak lahir. Namun lantaran ekonomi pas-pasan, Yasmin tak dapat diobati hingga sekarang telah berusia 13 tahun.
Seperti dijelaskan dia atas, kondisi Yasmin dengan kepala membesar menyebabkan dirinya tak dapat melakukan apa-apa alias lumpuh. Apapun aktifitas Yasmin harus dibantu orang lain dalam hal ini orang tuanya.
Padahal, menurut Nurdin (ayah Yasmin), bahwa putrinya itu sangat ingin bersekolah seperti anak-anak normal lainnya. Namun Nurdin tak meluluskan keinginan anaknya itu lantaran sangat merepotkan, sebab jika Yasmin sekolah, ayahnya atau orang lain yang menggendong Yasmin mengantar ke sekolah, sambil menunggu hingga waktu pulang untuk menggendong Yasmin pulang ke rumah. Sementa ayahnya juga harus mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga. Makanya saya tidak kase izin dia sekolah,” ujar lelaki yang biasa disapa Udin itu.
Kondisi Yasmin itu menggerakkan hati para wartawan Taliabu untuk membantu pengobatan Yasmin. Maka pada Rabu, (25/08/2021) lalu, para wartawan Taliabu melakukan aksi valang dana bertajuk “Peduli Yasmin” dan berhasil mengumpul dana sebesar Rp 6.165.000.
Rupanya aksi kemanusiaan para awak media tersebut membawa pengaruh baik. Kini, Dinas Kesehatan Pulau Taliabu tergerak untuk turun tangan membantu pengobatan Yasmin.
Oleh Dinas Kesehatan, Yasmin diperiksakan kesehatannya di Bobong kemudian diberangkatkan ke Makassar untuk melakukan pengobatan. Seluruh biaya ditanggung Dinas Kesehatan setempat.
Sebagaimna disampikan Kepala Dinas Kesehatan Taliabu, Kuraisia Marsaoly kepada Haliyora, Senin (30/08/2021), bahwa pihaknya telah memberangkatkan Yasmin ke Makassar untuk berobat (menjalani operasi). ”Yasmin sudah kita berangkatkan kemarin (Minggu, red) ke Makassar. Dia akan dioperasi. Dinas Kesehatan yang tanggung semua biayanya,” ungkap Kuraisia.
Ternayata bukan hanya Yasmin satu-satunya pasien yang dibiayai pengobatannya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu.
Kata Kuraisia, ada satu pasien lagi bernama Melani (5). Gadis cantik asal Dusun Meang, Desa Tubang, Kecamatan Taliabu Timur. Melani lahir dalam kondisi tanpa tangan dan kaki.
Namun Melani tidak diberangkatkan ke Makassar. Ia hanya dibawa berobat ke Ternate. “Meliana juga sudah diberangkatkan ke Ternate untuk mendapat pengobatan. Meliana itu kan cacat fisik, tangan dan kakinya itu putus sejak lahir, nanti sampai di Ternate baru diobat seperti apa, dokter yang lebih tau, untuk biaya kami yang tanggung semua,” tutup Kuraisia. (Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!