Pemda Taliabu Bakal Bangun Bandara

Bobong, Maluku Utara- Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu berupaya membuka akses penerbangan ke Taliabu. Ini dibuktikan dengan telah dibangunnya Bandara Dufo Kabupaten Pulau Taliabu di Desa Talo, Kecamatan Taliabu Barat. Namun bandara tersebut hingga sekarang belum juga rampung lantaran terkendala lahan yang diduga bermasalah.

Pemda tak kehabisan akal. Terkendala pada Bandara Dufo, kini Pemda melirik bandara Sahu untuk dijadikan bandara alternatif.

Bupati Taliabu Aliong Mus sendiri mengatakan pemda akan menjadikan bandara Sahu yang dibangun PT. Adidaya Tanggu (ADT) di Desa Sahu, Kecamatan Taliabu Utara sebagai bandara alternatif Kabupaten Pulau Taliabu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Taliabu, Abdul Kadir Nur Ali Kepada Haliyora, Senin (09/08/2021)

Abdul Kadir juga mengakui Bandara Sahu tersebut dibangun oleh PT. Adidaya Tanggu (perusahan Tambang) dengan menggunakan dana perusahaan, bukan dana APBD Taliabu.

“Benar, bandara Sahu itu dibangun oleh PT. Adidaya Tanggu atas permintaan Bupati Taliabu, Aliong Mus menggunakan dana perusahaan. Bandara itu panjangnya sekitar 1 kilo meter. Jadi  Pemda mau jadikan sebagai bandara alternatif. Nanti ke depan kalau mau diperluas dan memerlukan pembebebasan lahan baru kita gunakan APBD,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sebagian Logistik Pilkada 2024 Tiba di Kepulauan Sula

Abdul Kadir yang biasa disapa Dero itu juga mengatakan, bahwa bandara Sahu adalah eks bandara salah satu perusahaan kayu pada masa pemerintahan Kabupaten Maluku Utara. Setetelah pemekaran Kabupaten Kepulauan Sula, Bupati Ahmad Hidayat Mus melakukan pembebasan lahan di lokasi bandara Sahu tersebut untuk membangun bandara Sula, namun rencana pembangunan bandara tidak urung dilanjutkan lantaran diprotes sebagian pemilik lahan. Nah setelah Kabupaten Pulau Taliabu dimekarkan, barulah Bupati Aliong Mus meminta PT. Adidaya Tanggu membangun bandara Sahu menggunakan dana perusahaan. Jadi sekarang pemda mau pake bandara Sahu sebagai bandara alternatif Kabupaten Taliabu,” terang Kadis Perhubungan.

Dikatakan, Bupati Taliabu Aliong Mus sudah mengirim surat permohonan Izin operasi bandara Sahu kepada Kementerian Perhubungan di Jakarta. Insya Allah enam bulan ke depan bandara Sahu sudah dapat beroperasi. Sementara, bandara Dufo juga menurut pak bupati tetap akan dibangun,” ujar Abdul Kadir.

Meski begitu, Abdul Kadir mengaku belum tau apakah bandara Sahu tersebut sudah tercatat sebagai aset daerah Kabupaten Sula dan sudah diserahkan ke Pemda Taliabu atau belum. “Saya belum tau apakan bandara Sahu itu sudah tercatat sebagai aset Kabupaten Sula dan kemudian diserahkan ke Pemda Kabupaten Taliabu atau belum,” ujarnya.

BACA JUGA  Hendrata Beri Sinyal Berduet dengan Nasir Sangaji Lawan Petahana di Pilbup Sula

Dikonfirmasi terpisah, pada Selasa (10/08/2021), Kepala Bidang Aset BPPKAD Kabupaten Pulau Taliabu, La Ode J. Azwar Yasir  mengatakan bahwa terkait Bandara Sahu belum tercatat sebagai Aset Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.

“Sampai sekarang ini Bandara Sahu itu belum tercatat sebagai aset daerah Taliabu, karena sampai sekarang ini Bagian Pemerintahan belum memasukkan data Bandara Sahu ini kepada kami. Lebih jelasnya nanti tanyakan langsung kepada Bagian Pemerintahan,” ujar La Ode.

Sementara Kepala Bagian Tata Kelola  Pemerintahan Kabupaten Pulau Taliabu, Moh. Amrul Badal saat dikonfirmasi Haliyora Selasa, (10/08), via WhatsApp terkait status lahan Bandara Sahu tersebut, ia tidak dapat menjawabnya. “Kalau soal status Bandara Sahu itu tanya langsung sama Dinas Perhubungan saja,” kata Amrul. (Ham-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah