Ternate, Maluku Utara- DPRD kota Ternate bersama satuan Tugas Kota Ternate melakukan rapat terkait penanganan covid-19 dan pelayanan vaksinasi di Kota Ternate.
Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Muhajirin Bailusy meminta agar Dinas Kesehatan dan dokter lebih serius melakukan sosialisasi tentang vaksinasi sampai ke level masyarakat bawah agar masyarakat mau divaksin. Jangan hanya lakukan sosialisasi di level masyarakat kelas atas dan menengah saja.
“Agar masyarakat mau divaksin, maka harus gencar melakukam sosialisasi. Skemanya yang dibuat harus tertata sampai pada tingkat Kelurahan dan RT/RW. Nanti sosialisasi itu harus dijelaskan dari sisi kesehatan dan dari sisi agama. Jadi sisi kesehatan aman dan sisi agama halal sesuai fatwa MUI,” imbuhnya.
Dikatakan, saat ini pihak keuangan minta agar pemerintah siapkan skenario vaksinasi di 20 wilayah, yang disarakan DPRD agar warga mau melakukan vaksin. Ini penting dalam rangka pembentukan anti body supaya tidak tertularnya Covid 19,” jelasnya.
Selain itu, Muhajirin juga mengungkapkan bahwa alokasi dana penanganan Covid-19 di Kota Ternate dari ABPD sebesar Rp 15 miliar, telah dicairkan sebesar Rp 5 miliar lebih.
“Untuk penanganan Covid-19 disiapkan dana sebesar Rp 15 miliar, sementara yang telah dicairkan sebesar Rp 5 miliar lebih,” kata Muhajirin.
Sementara, lanjut Muhajirin, dari APBD itu pula, Dinas Kesehatan mendapat alokasi sebesar Rp 23 miliar untuk pengadaan vaksin, pembelian obat-obatan dan alat suntik. “Saat ini baru terealisasi Rp 1 miliar lebih. Nanti dibutuhkan lagi baru ditambah,” ujar Muhajirin.
Sementara, Sekretarus Satgas Covid-19 Kota Ternate, M.Arif Gani, kepada wartawan usai pertemuam dengan DPRD, Senin (26/7) menyampaikan, hingga saat ini masih ada yang terpapar Covid-19 kurang lebih 16 persen. “Tapi kalau ikut kriteria zonasi, kita sudah berada di zona orange dari Jum’at kemarin,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sesuai protap, tim satgas Kota Ternate sudah berhasil menekan angka penyebaran virus corona, sehingga sekarang tinggal 16 persen kasus aktif, karena sudah banyak yang sembuh. Artinya kita sudah bekerja maksimal dalam pencegahan dan penanganan kepada masyarakat,” ujar Arif. (Wan-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!