Ruang Tunggu Terminal Gamalama Batal Diadakan Tahun Ini

Ternate, Maluku Utara- Proyek Pembangunan ruang tunggu terminal Gamalama tahun 2021 dipastikan batal dilaksanakan. Itu karena anggaran proyek tersebut ikut dipangkas (direfokusing).

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dihsub) Kota Ternate, Fahrudin Ginting, kepada Haliyora, Kamis (24/06), mengungkapkan semula dialokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk proyek pembangunan terminal Gamalama, termasuk di dalamnya ruang tunggu, namun item anggaran pembangunan ruang tunggu ikut direfokusing sehingga untuk tahun ini belum bisa dilaksanakan.

“Sudah kita anggarkan sebesar Rp 3 miliar, tapi direfokusing untuk Covid-19, jadi ruang tunggu terminal Gamalama batal dikerjakan tahun ini,” terangnya.

Dikatatakan, rencana pembangunan terminal Gamalama itu sendiri didesain dua lantai. “Desainnya dua lantai, tapi karena ada refocusing, sehingga sementara kita siapkan terminal darurat untuk sopir angkot. Insya Allah tahun depan akan diusulkan kembali, dimana penyediaan terminal ini juga anggaranya di PUPR, nanti ada sinkronisasi. Soal diakomodir atau tidak tergantung Bapedda,” terangnya.

BACA JUGA  Kapolres Halteng Pastikan Distribusi Logistik Pilkada 2024 di Pulau Gebe Aman dan Lancar

Terpisah, Koordinator sopir angkot Kota Ternate, Muhammad Ely saat dihubungi Kamis (24/06/2021), berharap pemkot segera membenahi fasilitas penunjang di Terminal Gamalama pasca diresmikan Pj. Walikota Hasyim Daeng Barang, seperti halte bagi para penumpang dan lain-lain.

Katanya, para sopir angkot kesulitan mendapatkan penumpang lantaran tidak tersedia halte sebagai tempat penumpang menunggu angkot.

“Sejak kami diminta beroperasi di terminal Gamalama, kami kesulitan   mendapatkan penumpang lantaran tidak tersedia halte sebagai tempat penumpang menunggu angkot. Jadi yang kami butuhkan itu halte dan ruang tunggu,” ujarnya.

BACA JUGA  Dana Hibah Pilkada 2024 ke KPU dan Bawaslu Maluku Utara Cair 100 Persen

Muhammad Ely bahkan mengkritisi Pemkot yang lebih mengutamakan pembangunan lapak di area terminal daripada halte dan ruang tunggu penumpang.

“Padahal kontribusi sopir angkot terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kan melalui retribusi terminal dan lain-lain, dan itu cukup tinggi, sehingga wajar kalau kami para sopir angkot menuntut sarana prasarana penunjang terminal segera dibangun. Halte dan ruang tunggu ini juga nantinya banyak manfaatnya, termasuk menertibkan trayek liar angkot di luar areal terminal. Jadi kami tidak menuntut banyak. Kami hanya minta Halte dan ruang tunggu segera dibangun,” pungkasnya. (Alfian-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah