Bobong, Haliyora
Tempat jualan pakaian di pasar Tanjung Sari Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat, Pulau Taliabu, tak layak digunakan untuk berdagang.
Pasalnya, lapak di pasar tersebut terletak di pinggir pantai yang setiap musim ombak selalu terendam air laut.
Hal ini juga mendapat perhatian dari anggota Komisi III DPRD Taliabu, Marleini Hi. Asidu.
Katanya, Pemerintah daerah harus menyiapkan lapak atau tempat dagangan yang lebih layak. “Tempat jualan pedagang pakaian di pasar Tanjung Sari itu sudah tidak layak lagi digunakan, harusnya disiapkan tempat baru,” ungkap politisi Gerindra itu
Ia menilai lapak tersebut dari sisi bangunan juga sudah tidak layak digunakan, dimana saat ombak, air laut merembet sampai ke dalam pasar. Bahkan pakaian jualan pedagang juga rusak terkena air laut.
“Memang sudah tidak layak lagi lapak pasar itu, beberapa minggu lalu juga dihantam ombak dan pedagang tidak bisa berjualan di situ,” bebernya saat diwawancarai media ini Jumat (26/02/2021) di kediamannya siang tadi.
Dia menuturkan, hingga saat ini pedagang belum bisa berjualan karena lapak mereka sementara dibersihkan akibat terendam air laut. “Sekarang ini saja dorang belum bisa jualan, akibat dari lapak mereka dihantam ombak beberapa waktu lalu,” imbuhnya.
Olehnya itu, ia berharap Pemerintah daerah agar memperhatikan permasalahan pedagang ini dan segera mengatasinya
“Semoga pemda segera siapkan tempat yang layak bagi mereka, agar aktifitas mereka dapat berjalan dengan normal kembali, karena tidak bisa kita pungkiri bahwa mereka juga penyumbang PAD di daerah kita ini,” cetusnya
Untuk diketahui pedagang yang saat ini berada di lapak pasar Tanjung Sari, sebelumnya adalah pedagang di pasar inspres Bobong yang relokasikan ke tanjuang Sari desa wayo dengan alasan pasar inspres Bobong akan dibongkar dan di bangun rumah pejabat. (Ham-dr)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!