Gubernur Malut : Semoga Masyarakat Mau Divaksin

Ternate, Haliyora

Pada saat selesai dilakukan penyuntikan vaksin sinovac bagi beberapa pejabat di lingkup Provinsi Maluku Utara, Gubernur Maluku Utara melakukan konferensi pers di Rumah Sakit Umum Sofifi, Kamis (14/1/2021).

Bacaan Lainnya

Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba pada saat konfrensi pers mengatakan, kita semua sudah menyaksikan sudah hampir semua pejabat yang di vaksin pada hari ini dengan daftar hadir, mudah-mudahan masyarakat juga bisa menyaksikan dan sudah tidak lagi memberikan tanggapan-tanggapan yang sudah tidak lagi berlebihan.

“Semoga masyarakat di Maluku Utara mau di vaksin, karena ini demi keselamatan kita bersama semoga media juga bisa mempublikasikan hal ini, sehingga dapat di terima oleh masyarakat,” jelasnya.

Terpisah kadis Kesehatan Provinsi Maluku Utara Udara Idhar Sidi Umar mengatakan, tadi sudah sama sama kita menyaksikan sudah ada beberapa Pejabat Pemprov yang lakukan penyuntikan vaksin sinovac.

Dia menjelaskan, diketahui bersama bahwa penyebaran Covid-19 di Maluku Utara terus mengalami peningkatan, sehingga kita perlu melakukan terobosan agar hal ini bisa berkurang, dan salah satu terobosan tersebut adalah penyuntikan vaksin sinovac selain 3M.

“Jadi, penyuntikan vaksin ini salah satu adalah menambah kekebalan tubuh setiap orang sehingga tubuh merespon sehingga membentuk kekebalan tubuh,” jelasnya.

Selanjutnya, proses penyuntikan vaksin ini yang pertama dan akan dilakukan penyuntikan vaksin sinovac yang kedua setelah 14 hari, yaitu pada tanggal 28 Januari 2021 teman teman akan kita kumpulkan kembali untuk kita memberikan suntikan yang kedua. Sehingga menambah kekebalan tubuh bagi individu yang sudah divaksin.

Sementara, untuk pelaksanaan vaksin di 10 kabupaten kota, terdapat 163 pelayanan kesehatan dan 167 puskesmas yang menjadi tempat vaksin serta 16 non-puskesmas, yaitu di rumah sakit dan klinik dan di KKP.

“Dan vaksin ini sudah di katakan halal oleh MUI pada 8 Januari, dan tanggal 11 BPOM mengatakan vaksin ini aman dan efektif untuk di berikan, dan kita juga sudah mengetahui bahwa suda melalui rangkaian satu uji coba, dan semua standar yang disampaikan oleh WHO sudah di lakukan oleh BPOM,” jelasnya.

Jadi, kata Idhar, sudah tidak ada lagi keraguan dan pertanyaan, dan kami akan bersama teman teman yang ada di kabupaten kota untuk terus melakukan sosialisasi sehingga hal ini bisa di terima oleh masyarakat. (Sam-Pr)

Pos terkait