Polres Ternate Gelar Simulasi Pencoblosan Sesuai Prokes

Ternate, Haliyora

Polres Ternate menggelar simulasi pengamanan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Digelar di Aula Gamalama Polres Ternate, Sabtu, 28 November 2020, simulasi dipimpin langsung Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada S.I.K didampingi Waka Polres Ternate dan komisioner KPU kota Ternate, Kuad Suwarno.

Sebagaimna rilis Humas Polres Ternate yang diterima Haliyora, Sabtu (28/11/2020) disebutkan, Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada memberikan penekanan kepada petugas KPPS dan petugas keamanan agar mengingatkan ke pemilih tetap mematuhi protokol kesehatan terdiri daru 3 M plus 1 T yaitu mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, menjaga jarak aman 1 sampai 2 meter serta tidak berkerumun dalam pemilihan walikota dan wakil wakil walikota Ternate 2020.

“Untuk petugas pengaman, jangan ragu-ragu dalam bertindak sesuai dengan SOP yang ada. Kegiatan simulasi ini sebagai acuan di hari pencoblosan tanggal 9 Desember 2020, sehingga pilkada di Kota Ternate tetap aman, damai, sejuk, dan sehat,” ujarnya.

Peragaan simulasi di pandu oleh komisioner KPU Kota Ternate Kuad Suwarno dimulai dengan pengecekan kelengkapan alat penunjang penerapan protokol kesehatan. Petugas KPPS dan pengamanan harus siap dengan pakaian APD, sarung tangan, alat pengukur suhu tubuh (thermogun).

BACA JUGA  Identitas OTK Bawa Peluru Hebohkan Warga Ternate Terungkap dari Akun FB dan Tiktok

Disimulasikan pemilih yang datang ke TPS langsung mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan dan dikeringkan (dilap dengan tisu). Selanjutnya suhu tubuhnya diukur oleh Petugas KPPS. Kemudian pemilih menyerahkan blangko C6 dan KTP ke petugas KPPS untuk didata sebagai pemilih. Kepada pemilih diberikan sarung tangan dan masker. Apabila tidak membawa masker dan dipersilahkan menunggu di tempat yang disediakan dengan tetap menjaga jarak.

Selanjutnya, pemilih dipanggil oleh petugas KPPS dan diberikan surat suara untuk mencoblos di bilik suara yang telah disediakan. Setelah melakukan pencoblosan kertas surat suara dimasukan ke dalam kotak suara dan pemilih keluar diberi tanda tinta dengan cara disemprot di tangannya. Sementara sarung tangan pemilih dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan.

Apabila ditemukan pemilik yang suhu tubuhnya melebihi 37,5 C maka petugas menyediakan bilik suara khusus dengan tetap melaksanakan pencoblosan serta dalam pengawalan petugas medis. Setelah selesai melakukan pencoblosan, pemilih dibawa langsung ke rumah sakit untuk pencegahan Covid-19. Jelas Kuad Suwarno.

BACA JUGA  Polres Ternate Siagakan 200 Personel Jelang Pelantikan Walikota

Simulasi juga memeragakan apabila dalam penghitungan ada salah satu saksi calon yang tidak puas dan akan memaksa minta menghitung ulang dengan mengancam apabila tidak dipenuhi akan mengerahkan massa. Maka petugas pengamanan segera menghubungi Kabag Ops.

Selanjutnya Kabag Ops menurunkan tim negosiator dan tim Dalmas lengkap dengan dengan baju APD dan sarung tangan. Tim negosiator memberikan imbauan setelah salah satu perwakilan saksi yang tidak puas tadi bernegosiasi untuk mencari solusi yang terbaik. Setelah aspirasi diterima diminta agar massa meninggalkan TPS. Jelas Kapolres.

Kuad Suwarno memberikan penjelasan apabila pemilih tidak membawa kartu model C6 diharuskan membawa KTP asli sesuai dengan PKPU 18 Tahun 2020 atau PKPU 19 tahun 2020. Ini agar dipedomani setiap petugas KKPS. (Ata-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah