Halsel, Haliyora
Rikiye Raimont Klavert mengklaim lahan di desa Tomori yang saat ini oleh pemda dibangun jalan itu adalah miliknya dan belum ada pembebasan lahan. Untuk itu ia menutup jalan itu dengan cara memalang menggunakan bambu dan batu. Rikiye mengancam dirinya akan menutup ruas jalan di depan rumahnya menuju hotel Buana Lipu itu, hingga selesai pilkada Halsel jika pemda tidak melakukan ganti rugi lahan miliknya itu.
Pernyataan bernada ancaman itu disampaikan Rikiye saat diwawancarai Haliyora, Selasa (17/11/2020). Katanya, dia sudah merasa kesal karena pemda Halmahera Selatan (Halsel) terkesan cuek menanggapi tuntutan ganti rugi lahan miliknya.
Ia menuturkan, aksi tutup jalan pernah dilakukannya selama dua hari yaitu pada tanggal 5-6 November lalu, dan pada hari ke tiga (tanggal 7 November) Kabid Aset BPKAD datang ke rumahnya memabawa sepucuk surat pernyataan bahwa dalam jangka satu minggu pemda akan membayar ganti rugi lahan disertai alasan dan pertimbangan. Namun sepuluh hari berlalu, tak ada lagi informasi dari pemda atau BPKAD.
”Jadi saya anggap mereka ingkar janji, mereka terkesan cuek, makanya saya tutup lagi, dan ini sudah ketiga kalinya. Kali ini saya akan tutup sampe selesai pilkada, kecuali dong bayar baru buka,” ancamnya.
Amatan Haliyora, di lokasi tersebut, Rikiye memalang jalan di depan rumahnya memakai bambu dan batu, sepotong tripleks juga diikatkan pada sebatang bambu dengan tulisan, ‘MAAF, Jalan Ini Belum Dibayar. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!