Ketua Bawaslu: Delapan ASN Kota Ternate Sudah Direkomendasikan ke KASN

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate Kifli Sahlan

Ternate, Haliyora

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate Kifli Sahlan mengatakan ada delapan Aperatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaporkan ke Komisi Aperatur Sipil Negara (KASN), namun sampai sekarang pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan dari KASN.

Bacaan Lainnya

“Bawaslu sudah laporkan delapan ASN ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait pelanggaran netralitas pada pilkda 2020. Tapi sampai sekarang kita belum dapat hasil pemeriksaan,”ungkap Kifli, Senin (19/10/2020).

Katanya, jika hasil pemeriksaan sudah diperoleh, maka pihaknya langsung menyampaikan kepada pemerintah Kota Ternate sebagai pejabat pembina kepegawaian. “Kami harap lebih cepat mendapat hasil pemeriksaan ini lebih baik,” ujarnya.

Terkait sanksi terhadap delapan ASN tersebut, kata Kifli, delapan orang ASN tersebut dilaporkan atas dugaan pelanggaran netralitas atau etika, maka direkomendasikan ke KASN, jadi tergantung hasil pemeriksaan KASN, jika terbukti maka langsung diberikan sanksi oleh lembaga itu.

“Jadi bukan Bawaslu yang berikan sanksi. Beda kalau laporannya terkait pelanggaran pidana pemilu oleh ASN, maka langsung ditangani Bawaslu melalui Gakumdu,” jelas Kifli saat ditanyakan sanksi yang akan diterima delapan orang ASN tersebut jika terbukti bersalah.

Namun kata Kifli, sejauh ini belum ada kasus pelanggaran pidana pemilu oleh ASN. “Kasus pidana pemilu oleh ASN belum ada sejauh ini,” terangnya.

Kifli menambahkan, untuk beberapa laporan yang ditangani Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) diantaranya Moti, Ternate Utara dan Ternate Selatan, kajiannya telah dilimpahkan ke Bidang Hukum Bawaslu dan dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi untuk disampaikan lagi ke KASN terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Selain itu, sambung Kifli, Bawaslu Kota Ternate telah mengundang Camat ternate Tengah dan lurah Moya, pada Senin (19/10/2020) untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Camat Ternate Tengah sendiri diundang sebagai saksi terlapor atas dugaan pelanggaran netralitas ASN, sedangkan lurah Moya diundang sebagai saksi,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan melanjutkan analisis hukum, jika terbukti maka akan direkomendasikan ke KASN. (Ichal-1)

Pos terkait