Nestapa JS, Gadis Sayoang Yang Ditinggal Hamil Pacarnya

Ilustrasi Wanita Hamil Diluar Nikah dan Ditinggal Kekasih

Halsel, Haliyora

JS (16) gadis remaja warga Desa Sayoang itu tak menyangka pertemuannya dengan RG (16), remaja pria asal Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan Halmahera Selatan itu berakhir nestapa.

Bacaan Lainnya

JS dan RG satu sekolah. Kedua remaja itu sama-sama duduk di kelas satu (kls x) di salah satu sekolah desa Sayoang. Mungkin sering bertemu, butir-butir asmara tumbuh di hati kedua remaja itu, saling jatuh cinta dan akhirnya sepakat pacaran.

Seiring berjalannya waktu, gaya pacaran pasangan remaja itu sudah melampaui batas kewajaran. Dibuai nafsu remaja yang meledak tanpa control, keduanya melakukan perbuatan layaknya suami istri. Dan akhirnya JS telat bulan, Ia hamil.

Tentunya JS meminta pertanggungjawaban RG. Sayangnya RG sudah pindah ke Ambon.

Kini JS menanggung derita akibat cinta terlarang. Dia harus menahan semua beban atas perbuatannya bersama RG tanpa harapan.

Lagi pula, sejak Juni 2020 lalu, JS telah melahirkan seorang putri yang mengemban status anak di luar nikah.

Sebenarnya, pihak keluarga JS sudah melaporkan ihwal kehamilan JS ke Polsek Bacan Timur, dengan harapan pihak kepolisian mencari dan mendatangkan RG dan bertanggungjawab atas kehamilan JS, namun hingga JS melahirkan, RG tak kunjung datang.

Seperti diceritakan BH, sepupu JS pada Haliyora, Minggu (11/10), ibu JS berinisial NK telah melaporkan RG terkait ihwal kehamilan JS ke Polsek Bacan Timur pada April lalu, namun hingga JS melahirkan pihak keluarga tidak mendapatkan informasi terkait perkembangan laporannya itu.

“Sebelum saya pe sepupu melahirkan, dia pe mama so melaporkan RG ke Polsek Bacan Timur. Tujuannya agar polisi bawa datang RG la tangungjawab, tapi sampai sekarang laporan di Polsek itu tarada informasi balik ke korban,” ungkap BH.

Saat dikonfirmasi, ibu korban NK, menuturkan bahwa sebelum melapor ke polisi dirinya sudah berupaya menghubungi pelaku di kampungnya di Desa Bobo Kecamatan Obi Selatan, tetapi tak mau bertanggung jawab hingga melaporkan ke Polsek Bacan Timur, namun hingga kini polisi belum menemukan pelaku.

“Iya, saya sudah hubungi laki-laki yang bernama RG itu untuk minta tanggung jawab saja, tapi dia tidak punya keinginan dan niat untuk tanggungjawab, maka saya laporan ke Polsek Bacan Timur dari bulan April, cuma dari polsek dorang bilang sabar saja, dan sampai sekarang anak saya sudah melahirkan kurang lebih lima bulan ini RG belum juga didatangkan, padahal torang cuma minta polisi bawa datang RG la tanggungjawab, Itu saja,” ungkapnya.

Terpisah, Polsek Bacan Timur melalui Kanit Reskrim Bripka Ansar Umamit saat dikonfirmasi Haliyora via telepon, Minggu (11/10) mengatakan, laporan orangtua JS sudah ditindaklanjuti namun belum berhasil temukan pelaku yang diduga menghamili JS.

Ia membenarkan bahwa laporan ibu JS pada bulan April 2020 dan pihaknya sudah melakukan tindak lanjut dengan memeriksa korban dan saksi serta sudah meminta bukti visum di RSUD Labuha.

Terkait keberadaan RG, kata Ansar, penyidik Polsek Bacan Timur sudah dua kali melacak pelaku ke Desa Bobo sesuai keterangan orang tua korban namun tidak ditemukan.

Informasi terbaru, sambung Ansar, RG telah melanjutkan sekolahnya di Kota Ambon. “Jadi kami masih menunggu informasi yang pasti untuk segera lakukan penangkapan meskipun kami harus ke Ambon,” terangnya.

Ansar menjelaskan, karena JS maupun RG masih di bawah Umur sehingga pihaknya berhati-hati, takut menabrak aturan aturan, “Torang buat penangkapan ini juga berhati-hati, nanti bertabrakan dengan aturan karena anak di bawah umur,” jelasnya.

Ansar menambahkan, kendala lain dalam kasus kehamilan JS serta pertanggungjawaban RG tersebut selain faktor usia, juga faktor perbedaan keyakinan. JS Muslim sedangkan RG Nasrani.

“Hasil mediasi keluarga kedua belah pihak, orang tua laki-laki tidak mau anaknya (RG) nikahi JS lantaran beda agama, orang tua JS mau dia nikahi putrinya harus ikut masuk Islam,” terangnya.

Ditambahkan Ansar, kasus ini sudah kami lapor ke pimpinan Polres dan kasat Reskrim, mereka merespon dan akan terus berupaya mendatangkan pelaku sekalipun harus pergi ke Kota Ambon kalau sudah dipastikan RG ada di Kota Ambon,” tandasnya. (Asbar-1)

Pos terkait