Ribuan Penambang Liar Desa Kusubibi Masih Diabaikan Satgas Covid-19 Halsel

- Editor

Kamis, 2 April 2020 - 21:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, Haliyora.com

Meskipun Diketahui ada ribuan penambang, baik lokal maupun dari luar Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), hingga saat ini Satgas penanganan Covid-19 belum pernah turun melakukan tindakan Penanganan ke Lokasi Tambang Emas Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat.

Hal ini diakui Sektetaris Satgas Penanganan Covid-19 Pemda Halsel Daud Djubedi saat diwawancarai wartawan di Posko Utama Satgas Covid-19, Kamis (2/4). Daud mengaku, untuk tindakan dari Satgas kepada Penambang emas di Desa Kusubibi masih dalam tahap berkoordinasi.

“Belum, kita masih berkoordinasi dengan pihak Polres Halsel dan Distamben Provinsi Maluku Utara (Malut),” akunya.

Daud mengaku akan berupaya mengeluarkan penambang yang bukan warga Halsel dari lokasi tambang di desa Kusubibi. Hal ini bentuk tindakan agar mencegah tertularnya warga Halsel akan Virus Corona yang bisa jadi dibawa oleh penambang dari luar Halsel.

Informasi yang didapat, perhari ini (Kamis,red), puluhan orang yang berasal dari Sulawesi masih berdatangan untuk menjadi penambang emas di Desa Kusubibi. Ribuan penambang, selain warga Halsel dan Kabupaten/kota di Malut yang saat ini berada di lokasi tambang, mereka berasal dari berbagai wilayah yaitu, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Tasik dan lain-lain.

BACA JUGA  Buronan Polres Ternate Ditangkap di Tidore

Para penambang sebagian besar datang lewat jalur pelabuhan laut Babang dan Kupal. Setelah itu, para penambang menyeberang lagi ke desa Kusubibi menggunakan Speedboot dari Pelabuhan Habibi, Desa Labuha. (liken)

Berita Terkait

Pj Kades Maluli di Taliabu Diduga Potong BLT Warga
Polres Morotai Lidik Kasus Penimbunan Mitan Subsidi di Darame
Mantan Kadis PUPR Malut Akui Pernah Setor ke AGK 
Uje Akui Cicipi Fee Proyek di Pemprov Malut
Di Sidang Stevi, Presdir Tri Mega Sampaikan Alasan Tolak Jalan Masuk Kawasan Perusahaan 
Inspektorat Lamban Audit Kerugian Dugaan Korupsi DAK Dispar Morotai
Saksi di Sidang Cristian, Daud Ismail Akui Ditransfer Rp 600 Juta
Lawan Perintah AGK Kumpul Duit Rp 5 M, Udin Djuba Akui Didepak dari Kadis PUPR
Berita ini 315 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 21:54 WIT

Hasil Asesmen Kadis PUPR Morotai Sudah Keluar, Siapa yang Bakal Dilantik ?

Selasa, 16 April 2024 - 21:34 WIT

TPP ASN Morotai Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pj Bupati

Selasa, 16 April 2024 - 21:29 WIT

Kasus Penganiayaan Ketua PPK Garut di Halsel Naik Status

Selasa, 16 April 2024 - 18:56 WIT

Segera, 40 Pimpinan OPD Bakal Dievaluasi Plt Gubernur Malut

Selasa, 16 April 2024 - 18:51 WIT

Ada SiLPA Rp 20 Miliar, Pemkab Halsel Komitmen Tuntaskan RSP Pulau Makian

Selasa, 16 April 2024 - 13:11 WIT

Bulan Mei, CJH Morotai Diberangkatkan ke Tanah Suci

Selasa, 16 April 2024 - 12:59 WIT

Akun SIPD Diblokir, Pemprov Malut Merespon

Selasa, 16 April 2024 - 10:45 WIT

Hari Pertama Berkantor, Pj Bupati Morotai ‘Warning’ Pimpinan OPD

Berita Terbaru

Pj Bupati Umar Ali

Headline

TPP ASN Morotai Belum Dibayar, Ini Penjelasan Pj Bupati

Selasa, 16 Apr 2024 - 21:34 WIT

Kasat Reskrim Polres Halsel, Iptu Ray Sobar

Headline

Kasus Penganiayaan Ketua PPK Garut di Halsel Naik Status

Selasa, 16 Apr 2024 - 21:29 WIT

Plt Gubernur Malut M. Al Yasin Ali saat diwawancarai wartawan, Kamis (01/02/2024).

Headline

Segera, 40 Pimpinan OPD Bakal Dievaluasi Plt Gubernur Malut

Selasa, 16 Apr 2024 - 18:56 WIT

error: Konten diproteksi !!