MBG Tetap Jalan Saat Ramadan di Kepulauan Sula, Siswa Terima Menu Kering untuk Berbuka

Gunawan menjelaskan, proses pemorsian biasanya selesai sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Setelah itu paket makanan disiapkan untuk didistribusikan pada pagi hari menyesuaikan dengan jam masuk sekolah.

“Distribusi dilakukan mulai pukul 08.00 pagi sampai sekitar pukul 10.00, disesuaikan dengan jam sekolah anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, menu yang disiapkan juga dipilih yang dapat bertahan hingga waktu berbuka puasa, karena makanan dibagikan sejak pagi hari. “Karena dibagikan pagi sesuai jam sekolah, maka menu yang disiapkan adalah makanan yang bisa bertahan sampai waktu berbuka puasa,” ungkapnya.

BACA JUGA  Antara Durian Jailolo dan Ternate, Perdebatan Jelang Berbuka Puasa

Adapun menu yang diberikan kepada siswa berupa berbagai makanan kering seperti roti, kue bolu, serta buah-buahan seperti jeruk, apel, dan kurma. Selain itu juga disertai minuman seperti kacang hijau dan susu UHT. Sementara untuk ibu hamil disediakan susu khusus.

Meski demikian, Gunawan mengakui masih ada kendala dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Salah satunya keterbatasan mobil distribusi sehingga belum semua desa dapat terlayani.

BACA JUGA  Daftar ke KPU Halteng Tepat di Hari Lahir, Muttiara : Ini Anugerah untuk Mustika

“Karena keterbatasan mobil distribusi, masih ada tiga desa yang belum terlayani yakni Desa Ona, Desa Nahi dan Desa Partina. Saat ini yang sudah terlayani baru Desa Kabau Darat dan Kabau Pantai,” ujarnya.

Ia menambahkan, total penerima manfaat program MBG di wilayah tersebut mencapai 777 orang, terdiri dari 588 siswa dan 189 penerima dari kelompok 3B. (RMT/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah