Menurutnya, proyek itu telah selesai ditenderkan sejak sebulan lalu. “Jadi sebagai warga kami siap mengawasi dan mendukung program pemerintah dalam sektor pembangunan. Tapi proses pekerjaan harus menghasilkan yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Pulau Morotai, Anhar Tofure kepada awak media mengatakan bahwa, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor menyangkut dengan proses pekerjaan.
“Kemarin saya sudah konfirmasi dengan mereka (kontraktor) bahwa keterlambatan dalam pekerjaan itu disebabkan karena mereka terkendala dengan tenaga ahli khusus untuk bass (kepala tukang). Jadi yang tukang bas itu ternyata mereka datangkan dari sanger, kalau tidak salah, makanya agak terlambat,” ungkapnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!