Sofifi, Maluku Utara – Anggota DPRD Maluku Utara, dari Fraksi PDIP akhir-akhir ini dinilai tidak terlalu kritis dalam menghadapi kebijakan pemerintahan Sherly-Sarbin yang penuh dengan kontroversi. Padahal, PDIP merupakan salah satu partai di parlemen yang memiliki kursi terbanyak kedua setelah partai Golkar.
Menanggapi sikap ‘lembek’ fraksi PDIP di DPRD Malut, Ketua DPD PDIP Maluku Utara Muhammad Sinen angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Fraksi PDIP di parlemen harus menjadi oposisi.
Menurutnya, oposisi yang dimaksud bukan oposisi abal-abal melainkan oposisi yang paham dan lihai dalam melihat masalah. Jika ada kebijakan pemerintah yang tidak berpihak, kata Muhammad Sinen, maka harus dikritisi.
“Soal ini saya tidak terlalu cover informasinya, akan tetapi sehari dua saya akan melaksanakan pertemuan dengan seluruh anggota DPRD PDIP se-Maluku Utara termasuk Provinsi. Jadi harapan saya untuk DPRD Provinsi dari Fraksi PDIP harus menjadi oposisi, akan tetapi bukan oposisi yang abal-abal,” tegas Muhammad Senin kepada awak media di kantor BPK Malut di Ternate, Rabu (28/5/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!