Kehadiran mobil dinas di sekitar lokasi kampanye akbar menimbulkan kecurigaan besar dari sejumlah media. Ketika sejumlah awak mencoba meminta klarifikasi, sopir dari mobil dinas desa terlihat meninggalkan lokasi secara tergesa-gesa.
Selain itu, dari pantauan awak media tampaknya juga sejumlah kades dan istri mereka terlihat dalam kampanye akbar Deny-Qubais. Namun, mereka menutupi wajah menggunakan masker.
Aldi, salah satu pemuda Desa Gotalamo, mengkritisi keras praktik politik ini. Menurutnya, tindakan ini tidak hanya mencederai prinsip netralitas, tetapi juga mengancam integritas pemilu. “Ketika ASN dan aparat desa sudah terlibat dalam politik praktis, demokrasi kita berada dalam bahaya. Bawaslu harus segera bertindak tegas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Anto, warga Desa Sangowo juga menyatakan keprihatinannya yang sama. “Keterlibatan aparat desa dalam kegiatan politik seperti ini sangat memprihatinkan. Ini bukan hanya soal pelanggaran aturan, tetapi juga soal menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi. Bawaslu harus mengambil langkah tegas untuk memastikan hal ini tidak terulang,” pintanya. (RF/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!