Dalam kesempatan tersebut, Asrul meminta jurnalis bercerita pelbagai masalah dan potensi sumber daya alam di Maluku Utara.
“Torang (kita semua) bisa bacerita sumber daya alam, investasi, lingkungan hidup, UMKM, peluang tenaga kerja. Terutama ketika tenaga kerja yang banyak masuk dari luar apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Asrul juga menyoroti kebebasan jurnalis yang belakangan kurang membaik.
Cawagub termuda itu menyebut beberapa jurnalis yang diintimidasi bahkan tak sedikit yang mendapat kekerasan saat menjalankan aktivitas peliputan.
“Jurnalis memiliki fungsi kontrol terhadap kerja-kerja pemerintah sehingga ada balance (keseimbangan). Kalau kepala daerah yang alergi terhadap jurnalis berarti ada indikasi otoriter. Itu yang kita hindari. Kita harus memberi ruang karena peran jurnalis diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegasnya. (Riv/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!