Kata dia, kondisi seperti ini terjadi bukan hanya di Haltim saja namun terjadi di hampir seluruh pemerintahan daerah di Maluku Utara, apalagi para petahana yang akan ikut Pilkada serentak.
“Mereka memang harus ke Jakarta karena rekomendasi partai itu di Jakarta, kalau rekomendasi itu di Subaim atau di Maba ya tidak perlu mereka ke Jakarta, tapi karena di Jakarta mereka harus ketemu dengan ketua-ketua partai politik,” katanya.
Meski tengah berburu partai politik, Yusuf mengaku Bupati dan Wakil Bupati juga memiliki agenda ke kementerian salah satunya ke Kementerian Desa. “Jadi pak bupati juga selain bertemu dengan ketua-ketua partai, beliau juga menyisihkan waktu untuk ke beberapa kementerian,” terangnya.
Ia menerangkan, kendati kedua pimpinan tinggi itu meninggalkan Haltim namun kegiatan pemerintahan tetap berjalan dengan baik. “Karena sesuai mekanisme kalau pak bupati dan wakil tidak ada, ada asisten yang ditugaskan, lagi pula pak Sekda meskipun saat ini sedang menempuh pendidikan beliau juga selalu sisihkan waktu untuk balik ke Haltim dan melaksanakan tugas-tugas pemerintahan,” terangnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!