Sementara di lantai tiga kantor gubernur, tampak ruangan Sekdaprov terpantau kosong. Begitu juga dengan ruangan wakil gubernur.
“Pak sekda mengikuti rapat di Ternate, sedangkan pak wagub tidak tahu agendanya apa sehingga tidak berkantor,” kata salah seorang staf sekretariat daerah kepada wartawan.
Ridwan, salah seorang warga yang hendak melakukan pengurusan di Dinas PTSP kepada wartawan mengaku heran karena di jam kantor pimpinan OPD tidak ada sehingga proses pengurusan sudah tiga hari ini tidak bisa selesai.
“Alasan dari pegawai bahwa pimpinan OPD tidak ada sehingga proses tanda tangan dokumen itu tidak bisa dilakukan,” kata Ridwan dengan nada kesal.
Dirinya berharap, agar masalah seperti ini kalau bisa jangan lagi terjadi. Kata dia seharusnya pelayanan terhadap masyarakat lebih diutamakan.
“Itu harapan saya agar pelayanan terhadap masyarakat lebih baik jangan seperti ini,” pungkasnya.
Sementara juru bicara Kantor Gubernur Maluku Utara, Rahwan K. Suamba, sampai berita ini di publish belum dapat dihubungi. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!