Terlambat Ditangani, Coldstorage Milik Pemprov Malut Ludes Terbakar

Bayangkan, kejadian kebakaran sudah dilaporkan tetapi saat tiba di lokasi, mobil Damkar tidak ada BBM bahkan air juga tidak tersedia akhirnya penanganan sedikit terlambat.

Fahrudin Hadji (Kasubag TU Kantor Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah (BP3D) Wilayah V Halsel)

Labuha, Maluku Utara– Gedung cold storage (pembekuan ikan) berkapasitas 100 ton termasuk ABF berkapasitas 11 ton milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) di kawasan Pengelolaan Pelabuhan Perikanan (PPP) Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, ludes terbakar. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.05 WIT, Senin (3/04/2023). 

Pantauan awak media, mobil pemadam yang dikerahkan Dinas Damkar Halsel yang tiba di lokasi kejadian sekitar 12.30 WIT langsung berusaha memadamkan kobaran api, namun usaha tersebut gagal karena api semakin membesar sehingga menghanguskan seluruh bangunan.

BACA JUGA  TPA Takome Jadi Perhatian Walikota Tauhid

Sementara Kasubag TU Kantor Balai Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah (BP3D) Wilayah V Halsel, Fahrudin Hadji yang diwawancarai Haliyora.id menduga, penyebab kebakaran bermula dari dapur mes karyawan dan nelayan yang terletak di belakang bangunan yang terbakar itu.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor dan korsleting listrik di dapur belakang tepatnya di mess karyawan dan nelayan. Kejadian kebakaran diperkirakan sekitar pukul 12.03 WIT. Beruntung pada saat kebakaran seluruh karyawan atau nelayan sudah tidak berada di mess,” terang Fahrudin. 

Kata Fahrudin, akibat kebakaran gedung beserta mesin dan fasilitas PPID, kerugian yang diperkirakan  mencapai miliaran rupiah.

“Sebab untuk mesin saja masing-masing cold storage berkapasitas 100 ton dan mesin ABF  berkapasitas 11 ton ditaksir harganya sebesar satu miliar rupiah. Belum termasuk bangunan dan juga stok ikan cakalang dan baby tuna sebanyak lima ton yang harganya mencapai lebih dari 75 juta rupiah. Jadi seluruh aset yang terbakar ini milik Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Maluku Utara dan ini akan dilaporkan ke gubernur,” katanya.

BACA JUGA  Pilwako Ternate, Tauhid-Nasri Unggul di 244 TPS

Fahruddin lantas menyebutkan bahwa lambannya petugas pemadam kebakaran dari Damkar Halsel juga menjadi pemicu sehingga gedung tersebut ludes dilahap api sehingga tak tersisa.

“Bayangkan, kejadian kebakaran sudah dilaporkan tetapi saat tiba di lokasi, mobil Damkar tidak ada BBM bahkan air juga tidak tersedia akhirnya penanganan sedikit terlambat,” sesalnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah