Bobong, Maluku Utara- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan Pemerintah pada 3 September lalu memicu kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di pasaran.
Bahkan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti bumbu dapur juga ikut mengalami kenaikan. Tak ayal, kenaikan berbagai kebutuhan pokok sangat berimbas bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Untuk beberapa hari ini dampak dari kenaikan BBM subsidi, berdasarkan hasil pantuan kami di lapangan, harga belum terlalu naik, masih sesuai dengan harga kemarin sebelum ada kenaikan harga BBM,” kata Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Pulau Taliabu, Haruna Masuku kepada Haliyora, Rabu (21/09/2022).
Haruna mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional di Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu (Bobong).
“Kami akan terus pantau perkembangan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar dan juga harga makanan di Rumah-rumah makan, agar tidak terjadi kelonjakan harga yang segnifikan,” Jelas Haruna.
Saat ditanyai kebutuhan pokok apa saja yang telah mengalami kenaikan, Haruna mengaku pihaknya masih melakukan pendataan.
“Kami masih sementara pendataan, jadi terkait kebutuhan pokok apa saja yang sudah mengalami kenaikan itu nanti setelah kami selesai mendata baru kami sampaikan, sementara ini masih dalam pendataan. Yang jelasnya harga kebutuhan pokok belum mengalami kenaikan yang segnifikan. Memang ada yang sudah naik,” ungkapnya.
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh pelaku usaha dagang baik kebutuhan pokok maupun usaha lainnya agar tidak menaikan harga yang melebihi ketentuan pemerintah.
“Kami berharap semoga tidak ada kenaikan harga dagang yang melewati kewajaran,” harapnya. (Ham-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!