Tidore, Maluku Utara- Kenaikan harga kebutuhan dapur seperti bawang, rica dan tomat (Barito) di pasar Gosalaha Tidore jelang lebaran Idul Adha 2022, mendapat sorotan dari Ketua DPRD Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak.
Politisi PDIP itu mengatakan, naiknya harga komoditi pangan tersebut sudah bukan barang baru, apalagi menjelang hari raya. Ahmad lantas menyebut kenaikan harga Barito ini akibat kurangnya pasokan dari para petani.
“Kelemahannya kita karena suplainya kurang, ini menjadi perhatian buat kita semua terutama pengambil kebijakan di daerah ini agar kemudian memperhatikan hal-hal itu,” kata Ahmad Ishak, Selasa (5/7/2022).
Menurut Ishak, pemerintah bisa saja menspekulasi kebutuhan pangan, namun yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengatur para petani pemasok komoditi tersebut agar bisa mengatur musim tanamnya sehingga terkelola.
Disamping itu, lanjut Ahmad Ishak, pemerintah juga diharapkan membuat pendampingan kepada para petani. Hal ini bertujuan agar para petani bisa memaksimalkan produksi panen sehingga kebutuhan akan komoditi tersebut mampu terpenuhi untuk skala pasar dalam daerah.
“Kita bisa atur petani agar musim tanamnya diatur, kita juga bisa menghitung kebutuhan tomat dalam sehari atau sebulan itu berapa begitu dengan cabai dan bawang merah. Jadi pemerintah melalui instansi terkait harus melakukan pendampingan agar jangan gagal panen, dengan begitu kebutuhan pokok di pasaran itu bisa terpenuhi,” kata Ahmad Ishak.
Selain pendampingan mengenai pengaturan musim tanam, petani juga perlu didukung penunjang sarana produksi, seperti pemberian pupuk dan kebutuhan akan produksi lainnya.
“Pemerintah juga harus turun tangan membantu pemberian pupuk kepada petani, karena selain musim tanam tidak diatur, pupuk juga penting. Kalau tidak dijaga, tentu suplai barang di pasar berkurang dan akhirnya akan mempengaruhi harga barang di pasaran,” tandasnya. (YH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!