Sofifi, Maluku Utara- Pada Selasa, (05/04/2022) kemarin, Komisi I DPRD Malut dipimpin Ketua Komisi Ikbal Ruray mendatangi Biro Kesra untuk mengecek anggaran Pokir DPRD.
Saat dikonfirmasi Haliyora, Rabu (06/04/2022), terkait kedatangan Komisi I tersebut, Kepala Bidang Agama Biro Kesra, M. Fadli, menyebut dana Pokir DPRD yang ada di Biro Kesra sangat besar. Jumlahnya mencapai Rp 60 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021 yang hanya Rp 26 miliar.
Bahkan, menurutnya, dana Pokir DPRD Malut lebih besar dari anggaran Biro Kesra sendiri.
“Anggaran Pokir DPRD di Biro Kesra ini lebih besar dari anggaran Biro Kesra. Dana Pokir itu murni dana aspirasi anggota DPRD. Jadi kita tidak mungkin lakukan perubahan,” ungkapnya.
Meski demikian, sambung Fadli, untuk menyalurkannya ke kegiatan harus mengikuti mekanisme yang ada.
“Walaupun dana aspirasi DPRD, dalam menyalurkannya harus ikut mekanisme yakni jika anggarannya besar kita tetap melalui prosedur tender di ULP, dan memenuhi seluruh persyaratannya,” terangnya.
Mantan Aspri Gubernur ini menyebut anggaran Pokir DPRD semunya difokuskan pada pembangunan rumah ibadah, dimana nilainya raya-rata di atas Rp 200 juta, sehingga tetap menggunakan mekanisme tender, dan semuanya sudah tercatat dalam DPA.
“Semua dana aspirasi DPRD sudah tercatat dalam DPA, jadi kita tidak mungkin lagi melakukan perubahan. Kita sudah berapa kali diundang oleh Komisi IV sebagai mitra kerja Biro Kesra dan sudah dijelaskan, tetapi kalau Komisi I masih ragu, kami siap menjelaskan lagi jika diundang,” ujarnya.
Kata Fadli, saat ini anggaran Pokir belum bisa jalan karena masih dilakukan penyesuaian anggaran antara belanja hibah dan belanja fisik, sehingga kegiatan belum bisa dilaksanakan.
“Kita verifikasi dulu setiap proposal yang masuk, mana belanja hibah dan mana belanja fisik, sehingga pendistribusiannya tepat sasaran,” tutup Fadli. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!