Ternate, Maluku Utara- Kurang lebih satu bulan terkahir ini terjadi kelangkaan minyak goreng di seluruh Indonesia. Bahan pokok yang satu ini jarang ditemukan di pasar, toko maupun warung-warung (kios).
Kalaupun ada di salah satu toko atau agen, stoknya pun terbatas sehingga konsumen, terutama ibu-ibu tak jarang terlihat harus mengantri untuk mendapatkan minyak goreng.
Seperti terlihat pada Senin (21/02/2022), ada antrian panjang ibu-ibu di depan salah satu toko di Kelurahan Muhajirin, Kecamatan Ternate Tengah. Mereka menganti berjam-jam untuk dapat membeli minyak goreng di toko tersebut.
Suryani, salah seorang ibu diantara ibu-ibu yang mengantri itu kepada Haliyora mengatakan bahwa sekarang ini sangat susah dapatkan minyak goreng, sehingga harus antri di toko yang kebetulan masih punya stok minyak goreang.
Dikatakan, untuk mendapatkan minyak goreng, para pembeli menunggu untuk mendapatkan kupon yang hanya dibatasi sebanyak 50 kupon. Pembeli juga harus memperlihatkan KTP.
“Kita (saya,red) antri mulai pukul 07.15 WIT dan sekitar pukul 08.00 WIT baru dapat kupon,” kata Suryani.
Sementara, Ayu, salah satu karyawan toko kepada Haliyora menjelaskan, pihak toko menerapkan sistim antrian dan memperlihatkan KTP bagi calon pembeli agar mengantisipasi jangan sampai ada yang mendapatkan (membeli) minyak goreng lebih satu kali (dobel).
“Stok minyak goreng ini kan terbatas, jadi kita harus bagi-bagi jangan sampai ada yang dapat dua kali. Pada pagi hari dibatasi hanya 50 kupon, kemudian dilanjutkan pada siang hari sebanyak 50 kupon juga,” kata Ayu.
Ayu menyebutkan harga minyak goreng jenis fortune dijual dengan harga per karton atau per dus seharga Rp 156.000 ribu yang isinya sebanyak 12 liter. “Jadi isinya 12 liter, karena kalau eceran per liter Rp. 13.000 ribu,” ungkapnya.
Sambung Ayu, warga yang hendak membeli hanya dibatasi 3 dus. “Sebentar siang kita lanjutkan lagi dengan 50 orang pembeli,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!