Morotai, Maluku Utara- Pimpinan Polres Kabupaten Pulau Morotai telah berganti. Kapolres lama AKBP A’an Hardiansyah, S.I.K digantikan oleh AKBP Agung Reza Pratidina S.I.K.
Acara psah sambut dilakukan di Mapolres Morotai, Senin (03/01/2021), dengan menggelar ritual “Pedang Pora”. Ritual Pedang Pora merupakan tradisi dalam pisah sambut pergantian Kapolres.
Sebanyak 10 perwira polisi membawa pedang panjang menyambut kedatangan Kapolres baru.
Seperti pengantin, AKBP A’an dan AKBP Agung didampingi istri masing-masing berjalan mulai dari pos masuk Polres Kota Daruba. Di sana sudah ada 10 orang perwira pembawa pedang pora siap menyambut.
Suasana haru mewarnai ritual tradisi pedang pora sebagai tanda pergantian Kapolres lama dari AKBP A’an Hardiansyah, S.I.K, kepada Kapolres baru AKBP Agung Reza Pratidina S.I.K.
Isak tangis para perwira polisi dan istrinya pecah saat Kapolres lama AKBP A’an Hardiansyah mengalungkan bunga melati untuk dihamburkan kepada Kapolres Pulau Morotai baru AKBP Agung Reza Pratidina.
Hal yang sama dilakukan seluruh anggota Polres. Masing-masing menggenggam bunga melati dan langsung melemparkan (menghamburkan) kepada Kapolres lama dan Kapolres baru. Sementara dua pejabat Kapolres tersebut tak hentinya mengucap terima kasih kepada seluruh perwira dan jajarannya.
Cucuran air mata para perwira dan anggota Polres kian tak terbendung saat prosesi pamitan Kapolres lama A’an H dengan para bhayangkari dan pejabat jajaran Polres Pulau Morotai.
Pantauan Haliyora, di akhir acara, A’an Hardiansyah bersama istrinya melakukan tradisi pelepasan burung merpati sebagai tanda perpisahan di Polres Pulau Morotai.
Dalam pamitan itu bertempat di halaman Polres Pulau Morotai, seluruh anggota Polres berjajar dan melempari A’an dan Agung dengan bunga melati. A’an pun mengucapkan banyak terima kepada semua jajaran Polres Pulau Morotai
“Pesan saya tidak lain dan tidak bukan. Hanya itu yang keluar dari mulutnya tanpa dapat melanjutkan kata-kata lagi karena tangisannya pecah.
Usai prosesi lepas sambut itu, Kasi Humas Polres Pulau Morotai Bripka Sibli Siruang kepada awak media menjelaskan, ritual Pedang Pora adalah tradisi untuk menyambut Kapolres baru dan mengantar Kapolres lama. “Ini merupakan bentuk rasa penghormatan dan menghargai, begitu kurang lebih maknanya,” jelas Sibli.
Diketahui, AKBP A’an Hardiansyah telah menjabat Kapolres Pulau Morotai selama satu tahun lebih dan akan pindah ke Polres Blora, Provinsi Jawa Tengah. A’an Hardiansyah dipromosikan sebagai Kapolres Blora.
Sementara, setelah menjalani acara lepas sambut, mantan Kapolres Morotai itu kepada wartawan mengaku tidak bisa mengukur atau menyebut keberhasilan yang dicapai selama menjabat Kapolres di Morotai.
“Saya tidak bisa menilai keberhasilan atau capaian saya selama menjadi Kapolres Morotai. Kalu saya sebut keberhasilan, itu sepertinya terkesan alai,” ucapnya saat ditanya wartawan tentang keberhasilan atau capaiannya selama memimpin Polres Morotai.
Hanya saja, mantan Kapolres Morotai merasa menyesal karena hingga berakhir masa tugasnya di Polres Morotai belum berhasil meraih BPK. ”Itu kekurangannya,” ungkapnya.
Sedangkan terkait kondisi personil Polres, ia menilai sangat aman dan bagus. “Kalu soal personil kami tidak ada masalah, semuanya aman dan sangat bagus,” tuturnya.
Sementara, Kapolres Pulau Morotai yang baru, AKBP Agung Reza Pratidina, menjelaskan, bahwa dirinya menerima surat dari Polda Malut terkait pengangkatannya menjadi Kapolres Morotai pada 01 Januari 2021. Sebelumnya ia menjabat Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Malut.
“Saya siap meneruskan tugas yang belum diselesaikan pak A’an Hardiansyah (mantan Kapolres). Tadi saya sudah menerima laporan kesatuan dari pak Kapolres lama. Ke depan antisipasi awal adalah kegiatan Pilkades serentak. Segala sesuatunya sudah disiapkan baik dari penempatan dan penyebaran personil dari BKO Polda itu sudah dipersiapkan. Mudah-mudahan proses Pikades nanti dapat berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya.
Lanjut AKBP Agung, untuk kasus-kasus yang belum ditangani di tahun 2021, akan dikoordinasikan dengan Kasat Rekrim untuk ditangani dan kalau bisa diselesaikan pada tahun 2022.
Kapolres juga memuji loyalitas dan kinerja mantan Kapolres yang digantikannya yang menurutnya cukup baik. Sudah banyak penghargaan yang diterima oleh Kapolres yang lama. “Jadi tentunya saya harus pertahankan dan lebih baik dan ditingkatkan lagi,” harapnya. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!