Harga Cengkeh di Sula Turun, Kopra dan Pala Stabil

Sanana, Malauku Utara- Harga Cengkeh di Kepulauan Sula kembali merosot turun setelah sebelumnya harganya naik signifikan

Sebagaimna disampaiakan Yulbi, salah seorang penjual Cengkeh saat ditemui Haliyora, Kamis (28/10/2021), bahwa harga cengke sekarang menurun padahal dalam beberapa bulan sebelumnya harga cengkeh sempat melonjak cukup tinggi.

“Januari (2021) kemarin harga cengkeh dua kali lipat. Waktu itu, per kilo Rp 111.000, sekarang ini turun menjadi Rp 102.000 per kg,” ujarnya.

Hal yang sama dibenarkan H. Ambo, pemilik toko Mita. Saat ditemui Haliyora, Jum’at (29/10/2021), membenarkan harga cengkeh lagi turun, bahkan stok cengkeh dari petani juga mulai berkurang. H. Ambo mengatakan, harga cengkeh sekarang Rp 100.000 per kg.

BACA JUGA  Empat Komoditas Mulai Stabil, Harga Kopra Tembus Rp 7.000/Kg

“Untung harga kopra dan komuditi lainnya seperti pala masih stabil. ”Kalau kopra harganya Rp 8.800 per kg, sedangkan pala Rp 40.000 per kg,” sebut H. Ambo.

Terpisah, Plt. Kepala Balai Pertanian  Kelas II Kepulauan Sula, Arif Widiantoro, saat ditemui Haliyora juga membenarkan menurunnya harga cengkeh tersebut. Sementara harga kopra kata dia masih stabil. 

“Stok cengkeh di gudang sudah kosong. Para petani juga paling panen satu dua kilo. Itupun mereka masih simpan, belum dijual. Sekarang ini harga cengkeh  Rp 102.000 per kilo karena tidak ada produksi,” terangnya.

BACA JUGA  Hujan Deras, Puluhan Rumah Warga Desa Jiko Halsel Terendam

Dikatakan, tahun ini (2021) untuk cengkeh rata-rata gagal panen, dan itu merata  di seluruh Provinsi Maluku Utara, karena cuaca ekstrim.

“Biasanya musim panen itu pada bulan November-Desember, namun tahun ini kayaknya tidak. Data di kami (Balai Karantina) rata-rata cengkeh yang dikirim maksimal 5 ton per bulan.  Yang banyak itu kopra. Perbulan dikirim ke luar capai 150 ton. Pembeli lokal membeli di petani dengan harga Rp 8.800 per kilo kemudian dijual ke luar daerah. Namun kami perkirakan harga kopra juga akan menurun dalam satu dua bulan ke depan, karena produksinya meningkat dari petani,” terangnya. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah