Bobong, Maluku Utara- Lagi-lagi banjir merendam sejumlah titik di Kota Bobong akibat hujan deras mengguyur ibukota Kabupaten Pulau Taliabu itu pada Jum’at dini hari (06/08/2021), selama kurang lebih empat jam.
Pantauan Haliyora, pada Jum’at pagi, terlihat puluhan rumah warga, gedung perkantoran, sekolah dan sejumlah ruas jalan terendam. Ini lagu lama, pasalnya kondisi seperti ini sudah sering terjadi kala musim hujan tiba.
Pemda Kabupaten Pulau Taliabu bukannya tidak tau kondisi tersebut, namun sejauh ini pihak instansi tekhnis hanya berjanji akan melakukan perbaikan guna mengatasi langganan banjir di ibu kota.
Mengutip pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Taliabu, Supraidno, yang disampaikan kepada sejumlah media beberapa bulan lalu, bahwa pihaknya sementara menyusun rencana aksi untuk mengendalikan banjir yang sering melanda wilayah ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, dan dianggarkan melalui APBD tahun 2021.
Bahkan ia merinci langkah-langkah perencanaan yang dibuat untuk mengatasi banjir di ibukota. “langkah awal rencana aksi itu dilakukan meliputi tahap persiapan, tahap survey lapangan, tahap kajian dan komplikasi data, tahap analisa data, tahap perencanaan, serta tahap penyusunan laporan,” urai Supraidno kala itu.
Katanya, langkah tersebut dilakukan guna mengatasi genangan air yang menyebabkan terjadinya banjir. Namun, janji Kadis PUPR belum terealisasi. Buktinya banjir tetap merendam ibukota
Anggota DPRD Taliabu dari fraksi Gerindra, Marleni Haji Asidu pun angkat bicara. Politisi wanita itu mengatakan bahwa area Kota Bobong sebagai ibukota Kabupaten Pulau Taliabu merupakan daerah rawa, sehingga hampir semua titik terdapat genangan air, bahkan hingga menyebabkan banjir kalau hujan. “Anehnya, dalam perencanaan pembangunan pemda dalam hal ini instansi tekhnis tidak memperhatikan kondisi alam di ibu kota ini.
“Sebagai anggota komisi III, saya minta Dinas PUPR segera menanggapi masalah ini dengan membuat perencanaan yang tepat sesuai kondisi wilayah Kota Bobong agar dapat mengendalikan banjir yang sering terjadi setiap musim hujan.
Menurut Marleni, sebaiknya fokus pembangunan mengarah ke penanggulangan banjir di ibu kota Kabupaten dulu.
“Saya minta kepada Bupati dan Kepala Dinas PUPR agar segera mengatasi penanggulangan banjir di ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu ini. Fokuskan pembangunannya kesitu dulu, jangan membangun hal-hal yang belum terlalu penting,” ujarnya, Jum’at (06/08/2021).
Tidak hanya politisi yang bersuara, warga Kota Bobong pun ikut teriak. Seperti disampaikan, La Hante, salah satu warga Bobong yang meminta Bupati Taliabu Aliong Mus jangan tutup mata menyaksikan rumah warga tersendam banjir setiap musim hujan.
“Pak Bupati jangan tutup mata, ini bukan masalah baru. Hampir setiap musim hujan kami kebanjiran, dan itu setiap tahun. Jangan dulu bangun Istana Daerah. Perbaiki drainase dulu, biar rumah kami terhindar dari genangan Air,” tutur La Hante saat ditemui Haliyora, Jum’at (06/08). (Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!