Ternate, Haliyora
Dibalik hiruk pikuk pilkada serentak tahun 2020 delapan kabupaten/kota di Maluku Utara, terdapat berbagai peristiwa politik yang menyertai dan menarik untuk disimak. Memang, pilkada 2020 ini pelaksanaannya tak seperti biasanya, sebab berlangsung di saat mewabahnya Covid-19.
Penyelenggara, Pasangan Calon, bahkan pemilih pun diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Jumlah massa yang hadir saat kampanye dibatasi, penyampaian visi misi diatur sedemikian rupa agar tak melanggar aturan protokol kesehatan.
Meskipun berlangsung serba dibatasi, faktanya angka partisipasi pemilih lebih tinggi dibandingkan pilkada 5 tahun lalu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Maluku Utara mencatat, di pilkada 2015, partisipasi pemilih hanya mencapai 71,95 persen, sementara pada pilkada 2020 mencapai 81,52 persen. Ketua KPU Malut, Pudja Sutamat menyatakan capaian ini melebihi target nasional yang dipatok 77,5 persen.
Selain itu, pilkada tahun ini juga menggoreskan peristiwa yang menjadi catatan terbaru, ada yang mengharukan, ada yang memupus harapan, tapi ada juga yang mengukir prestasi serta ada yang memecahkan rekor.
Berikut catatan haliyora atas peristiwa yang baru pertama kali terjadi di Maluku Utara.
Petahana Gagal Bertarung
Ini terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Bupati Halsel, Bahrain Kasuba, yang juga petahana gagal mencalonkan diri kembali lantaran tidak mencapai dukungan partai pengusung sebagai syarat mendaftar.
Pada periode pertamanya, Bahrain Kasuba (BK) yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sukses terpilih sebagai Bupati Halsel, berpasangan dengan Iswan Hasyim sebagai wakil bupati.
Melanjutkan periode ke-duanya, BK keluar dari PKS dan berlabuh ke Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), BK didaulat menjadi ketua PKPI Halsel.
Bermodalkan dua kursi PKPI hasil pileg 2019, BK butuh tambahan 4 kursi lagi untuk bertarung pada pilkada 2020. Di Halsel, syarat dukungan partai politik harus mencapai 6 kursi, sebab jumlah kursi di DPRD Halsel adalah 30 kursi.
Untuk memuhi syarat minimal 6 kursi itu, BK memburu Gerindra yang memiliki tiga kursi parlemen serta partai Berkarya yang punya satu kursi di DPRD Halsel.
Sayangnya, jelang pendaftaran, Partai Berkarya mengalihkan dukungan ke paslon lain atas rekomendasi DPP hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang disahkan Pemerintah. Kurang satu sheet, BK Ditolak oleh KPU Halsel saat mendaftar. Ponakan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba itu pun gagal melanjutkan jabatannya di periode ke dua.
Halmahera Timur Berduka
Peristiwa lain yang mengiringi proses pilkada 2020 adalah peristiwa duka di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Calon bupati petahana, Ir. Muhdin, yang berpasangan dengan kader Partai Golkar Anjas Taher atau yang disingkat DIA, meninggal dunia usai mendaftar.
Didukung koalisi besar (Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura, PKPI), para pendukung dan simpatisan DIA harus menerima takdir sang kuasa. Usai mendaftar di KPU Haltim pada Jum’at, 4 September 2019, Calon petahana tersebut menghembuskan nafas terakhir saat menyampaikan orasi politik. Isak tangis nan haru melepas kepergian bupati Haltim itu menghadap ilahi.
Kepala Daerah Perempuan Pertama
Sementara, peristiwa yang paling bersejarah kembali terjadi di Maluku Utara. Di kepulauan Sula, KPU Setempat menetapkan Fifian Adiningsih Mus sebagai calon bupati terpilih. Ningsih (sapaan akrabnya), sekaligus menjadi perempuan pertama di Maluku Utara yang terpilih sebagai Kepala Daerah, fenomenal.
Berpasangan dengan M. Saleh Marasabessi (FAM-SAH), sukses menumbangkan dua petahana yang menjadi kompetitornya, yakni paslon 01 Hendrata Thes-Umar (Hendrata Bupati petahana) dan paslon nomor 02 Zulfahri-Ismail Umasugi (Zulfahri wakil bupati petahana).
Didukung Partai PDI Perjuangan, Partai Golkar, PPP, Hanura dan PBB, Ningsih sukses mendulang suara sebanyak 20.119 sekaligus mengalahkan petahana, Hendrata Thes (Bupati), yang juga Ketua Demokrat Maluku Utara. Hendrata hanya memperoleh 17.691 suara, sementara Zulfahri (Wakil Bupati) sebanyak 14.813 suara.
Pendatang Baru
Ada lagi satu peristiwa yang patut menjadi catatan penting dalam percaturan politik di Maluku Utara. Adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada pilkada tahun ini, PKB sukses menempatkan dua kadernya sebagai kepala daerah.
Di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Bupati terpilih, Usman Sidik, adalah kaders PKB yang juga sebagai Wakil bendahara DPP PKB. Diusung koalisi besar, mantan koresponden RCTI itu mampu unggul dengan selisih 11.251 suara dari lawan tandingnya.
Sementara di Kota Ternate, Partai berbasis nahdiyyin (baca NU) ini menempatkan kadernya yang juga Ketua PKB Malut, Jasri Usman sebagai Wakil Walikota. Berpasangan dengan Tauhid Soleman (Calon Walikota), unggul tipis dari tiga paslon lainnya.
Torehan prestasi ini tentunya merubah geopolitik Maluku Utara, PKB sudah pasti menjadi partai yang akan diperhitungkan dalam kontestasi politik ke depan. (Red-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!