Ternate, Haliyora
Setelah melakukan aksi demonstrasi di Hiri, Aliansi Masyarakat Hiri pada Rabu (02/12/2020) kemarin menyambangi pemkot Ternate untuk hering.
Tujuan kedatangan mereka mempertanyakan perkembangan pekerjaan dermaga Hiri yang sementara berlangsung. Sekretaris Kota Ternate, Jusuf Sunya, asisten III, Tamrin Alwi, Kadis Perhubungan, Faruq Albaar dan Kadis PUPR Risval Tribudianto mewakili Pemkot Ternate pada hering kemarin.
Awalnya pertemuan itu berjalan lancar, namun makin lama suasana makin memanas. Alih-alih mencari solusi terkait percepatan pembangunan dermaga Hiri malah nyaris adu jotos antara warga yang didominasi para pemuda itu dengan pemkot.
Memanasnya suasana hering bermula dari penjelasan kadis PUPR terkait beberapa teknis dan perencanaan pekerjaan proyek. Merasa tidak puas dengan penjelasan kadis, beberapa warga bergantian menuding pemkot hanya asal-asalan melaksanakan pembangunan dermaga Hiri demi menyenangkan hati rakyat.
“ini pekerjaan asal jadi, hanya untuk kase sanang masyarakat Hiri,” bentak Wawan Ilyas, salah satu warga Hiri.
Tak terima disebuat bekerja asal-asalan, Kadis Perhubungan Faruk Albaar mengeluarkan dokumen perencanaan pekerjaan dermaga, namun belum sempat di buka sudah dirampas Ipin, warga Hiri lainnya, sambil mengatakan dokumen tersebut tidak jelas.
“Dokumen ini tara jelas, tara sesuai kondisi pekerjaan di lapangan,” ujar Ipin sambil menggebrak meja.
Kondisi semakin memanas, kala Wawan Ilyas yang juga kordinator aliansi menyabet piring berisi kue di depannya dan melemparkan sambil membanting meja.
Bukan hanya piring dan meja jadi sasaran amarah Wawan, Kadishub Faruk Albaar pun ditunjuk-tunjuk Wawan dan disebutnya kadis tidak proaktif dan tidak merespon keluhan warga, bahkan terkesan menghindar setiap kali dihubungi warga.
Suasana semakin panas dan nyaris terjadi bakuhantam kala Wawan hendak melemparkan tas ke wajah Faruk. Untung cepat dilerai peserta pertemuan lainnya.
Rapat jadi kacau. Kadis Perhubungan langsung keluar meninggalkan pertemuan sambil berkata “Saya tidak mau berdebat dan lebih baik saya keluar,” tegasnya sambil turun dari tangga lantai tiga kantor Wali Kota.
Sekkot Jusuf Sunya langsung cepat memulihkan kondisi. Dia meminta agar kadis PUPR dan Kadishub membuka komunikasi yang baik dengan aliansi terkait perkembangan pembangunan dermaga.
“Tidak bisa tutup informasi ketika masyarakat ingin mengetahui perkembangan pekerjaan dermaga itu,” imbuh Sekkot. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!