3 Bulan Honor Petugas Kebersihan Belum Terbayar, Ini Penjelasan Kepala BLH Sula

Sanana, Haliyora

Selama tiga bulan, terhitung sejak Agustus, September, dan Oktober. Petugas kebersihan di Kota Sanana belum menerima upah kerja dari Pemda (Badan Lingkungan Hidup) Sula.

Bacaan Lainnya

Para pahlawan kebersihan itu adalah petugas sapu jalan, petugas pengangkut sampah, petugas pembersihan taman yang disebut tim orange Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Seperti dikeluhkan salah satu petugas kebersihan taman yang tidak bersedia namanya dipublis, bahwa selama tiga bulan terakhir, ia dan teman-teman pasukan lainnya belum menerima upah kerja dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat.

“Katong dengar gaji akan dibayar pada tanggal 15 Oktober, ternyata belum. Sekarang dong bilang Katong pung gaji akan dibayar pada tanggal 5 November untuk  total pembayarannya selama tiga bulan. Mulai dari bulan Agustus, September dan Oktober. Katanya  saat diwawancarai Haliyora, Selasa (03/11/2020).

Ia menceritakan,  biasanya gaji mereka dibayar per bulan setiap tanggal 28 bulan berjalan, namun dalam tiga bulan terakhir ini upah mereka belum terbayar.

“Selama ini biasanya katong pung gaji dibayar per bulan setiap tanggal 28, jadi katong so tau. Baru kali ini terlambat sampe so tiga bulan. Kalau dalam bulan ini juga belum bayar, berarti so empat bulan seng terima gaji,” keluhnya.

Terkait tunggakan pembayaran upah petugas kebersihan tersebut, saat dikonfirmasi Haliyora, pada Selasa (03/11/2020).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Sula, Nujul Pauwah menjelaskan,  honor (upah kerja) petugas kebersihan itu sudah dianggarkan selama satu tahun, namun ada pergeseran anggaran (refokusing) untuk Covid-19, maka anggaran untuk upah tenaga kebersihan juga dialihkan.

“Kita sudah anggarkan selama satu tahun, cuma karena kemarin ada pergeseran anggaran akibat covid, semua badan/dinas kena. Tetapi bukan berarti honor petugas kebersihan dibawa ke covid, seluruh pembayaran honor petugas untuk tahun 2020 ini hanya dibayar di bulan Januari sampai pada bulan Juli 2020. Jadi tadinya dianggarkan satu tahun tapi dirubah jadi tujuh bulan, nanti dianggarkan lagi,”jelas Nujul.

Nujul menambahkan, pihaknya sudah kembali memasukan anggaran untuk upah petugas kebersihan dari Agustus sampai Desember di APBD-Perubahan 2020.

Meski demikian, dirinya mengaku belum mengetahui  perubahan anggaran itu.

“Terkait dengan perubahan anggaran ini saya belum bisa menjawab prosesnya sampai di mana. Bukan berarti tidak dibayar, namun prosesnya yang agak sedikit tertunda. Saat ini kami tinggal menunggu dari pihak keuangan buka pintu. Jadi  kalau sudah keluar, kemungkinan akan dibayar tiga bulan. Mulai dari bulan Agustus, September dan Oktober,” ungkapnya.

Nujul berharap para petugas kebersihan bersabar dan tetap semangat menunaikan tugasnya. Bahwa soal upah mereka dipastikan akan dibayar tuntas, hanya perlu menunggu sedikit waktu, karena ini bukan disengaja.

“Harapan saya kepada petugas kebersihan, harus tetap kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing, karena pada saat pembayaran, semua akan dibayar berdasarkan bulan. Apapun yang terjadi, gaji akan tetap dibayar,”imbuhnya. (AT-1)

Pos terkait