Ternate, Haliyora.com
Pemerintah Kota Ternate akan kembali mengaktifkan proses belajar mengajar pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, disebabkan tidak efektifnya program belajar sistem Daring.
Program sistem daring yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) diprotes sebagian wali murid yang tidak mampu lagi membiayai beban pulsa dan HP android untuk anak-anak mereka.
Walikota Ternate Burhan Abdulrahman, ketika diwawancarai Haliyora.com di depan kantor Walikota mengatakan bahwa Pemkot Ternate berencana mengaktifkan kembali proses belajar mengajar tatap muka bagi siswa-siswi SD dan SMP sederajat.
“kemarin Tim Gugus Tugas sudah melakukan rapat, intinya adalah sudah mulai dipikirkan sekolah tatap muka secara langsung,” tutur Burhan.
Lanjut Burhan, dari hasil rapat yang digelar tim Gustu, maka Dinas Pendidikan diberi tanggung jawab penuh untuk melakukan simulasi proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19, di mana pada tahap awal lebih difokuskan pada siswa baru.
Beliau pun menekankan kepada Dinas Pendidikan agar memperketat protokol kesehatan pada para guru maupun seluruh siswa dalam proses belajar mengajar disekolah nanti. Selain itu harus ada pernyataan orang tua wali murid yang siap mendukung jalannya proses belajar mengajar dengan protokol kesehatan.
“Saya juga sarankan ke Diknas Pendidikan, seandainya satu kelas 30 orang, bisa diambil 10 orang untuk di kurangi. Sekolah dibagi dalam dua sif tapi diatur supaya antar sif satu yang akan pulang dan sif dua yang mau masuk sekolah tidak berpapasan, untuk menghidari bahaya kontak langsung antar siswa,”tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Ternate Ibrahim Muhammad, saat dikonfirmasi haliyora.com melalui whatsapp, mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti arahan Walikota, pihaknya bersama seluruh Kepala Sekolah SMP (MK3S) dan Kelompok kerja Kepala Sekolah SD (K3S) melakukan rapat, Selasa (4/8), guna menggodok draf terkait dengan mekanisme pembelajaran serta penegakkan protokol covid-19.
“Nanti pada saat proses pembelajaran tatap muka dilakukan, akan dibuat simulasi relaksasi terlebih dahulu, karena keluhan orang tua murid terkait dengan penggunaan pulsa HP, maka pemerintah harus hadir menjembatani hal itu,” tutupnya. (Sam)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!