Nasi Bungkus Covid-19 itu Berharga Rp 1,8 Miliar

Ternate, Haliyora.com

Dalam percepatan penanggulangan dampak pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) dilaporkan menganggarkan dana miliaran untuk kegiatan dapur umum. Tepatnya untuk pengadaan nasi bungkus yang diperuntukan bagi warga yang terdampak langsung kebijakan social dan physical distancing Covid-19.

Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Malut, Bambang Hermawan, mengatakan sejauh ini pihaknya menganggarkan sebenar Rp. 1,8 miliar yang akan dicairkan secara bertahap.

BACA JUGA  Dishub Mulai Kaji Kenaikan Tarif Baru di Haltim

“Dalam sehari hitunganya 1.000 nasi bungkus dengan harga 30 ribu rupiah per bungkusnya. Sehingga per harinya itu 30 juta rupiah,” ucapnya pada Haliyora.com via telepon seluler.

Hal ini, lanjutnya, merupakan dukungan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 khususnya di Kota Ternate dengan mengarahkan anggota kepolisian dan TNI untuk mendistribusinya.

“Namun jika telah dilakukan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka bakal ditambahkan untuk seluruh kabupaten/kota,” terangnya.

BACA JUGA  10 Principles of Psychology You Can Use to Improve Your Health

Untuk total sementara anggaran yang telah dikeluarkan, imbuh Bambang, sudah dicairkan sekitar 600 juta rupiah. “Baru 600 (juta) ndah salah untuk 20 hari ini. Sementara proses untuk 10 hari kedepan jadi 30 hari,” pungkasnya. (Andre)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah