Janji DLH Halmahera Utara Dipertanyakan, Sampah di Danau Galela Kian Menggunung Tanpa Penanganan

Di tengah stagnasi penanganan, dorongan pembentukan payung hukum dalam bentuk peraturan daerah (Perda) juga mulai mencuat. Akademisi dari Universitas Khairun, Muhammad Aris, menilai bahwa aspek regulasi merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem danau.

“Jika eksistensi danau ingin dipertahankan, maka perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas. Danau Galela seharusnya masuk dalam kawasan yang dilindungi,” ujarnya.

Ia menyoroti bahaya laten dari limbah plastik yang berpotensi terurai menjadi mikroplastik. Partikel ini, kata dia, dapat masuk ke rantai makanan melalui ikan yang hidup di danau, dan pada akhirnya berdampak langsung pada kesehatan manusia.

BACA JUGA  Jum'at Pekan Ini Ubaid-Anjas Dilantik, Pemda Haltim Lakukan Persiapan

“Kalau dibiarkan, ikan akan terkontaminasi dan itu dikonsumsi masyarakat. Ini risiko yang tidak bisa dianggap sepele,” katanya.

Karakteristik Danau Galela yang relatif tertutup memperparah situasi. Sirkulasi air yang terbatas membuat proses penguraian limbah berlangsung lebih lambat dibandingkan perairan terbuka. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas air secara signifikan.

Lebih jauh, dampak ekologis tersebut juga dapat merembet ke sektor ekonomi lokal. Perikanan air tawar, yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat sekitar, terancam mengalami penurunan produktivitas.

BACA JUGA  Penanganan Eceng Gondok yang Tutupi Danau Galela Dimulai, Warga Diminta Dukung Penuh

Minimnya respons cepat dari pemerintah daerah dalam tiga pekan terakhir memperlihatkan kesenjangan antara wacana kebijakan dan implementasi di lapangan. Tanpa langkah konkret, krisis lingkungan di Danau Galela berisiko berkembang menjadi masalah multidimensi, mengancam ekosistem, kesehatan publik, hingga ketahanan ekonomi masyarakat setempat.

Kini, warga menanti lebih dari sekadar janji. Mereka menuntut aksi nyata. (RR/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah