Sofifi, Maluku Utara – Polda Maluku Utara mengimbau masyarakat tetap tenang usai kasus pembunuhan di kawasan hutan Desa Banemo, Halmahera Tengah (Halteng). Polisi menegaskan peristiwa tersebut bukan konflik SARA.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menyebut kejadian itu diduga kuat dipicu provokasi dan informasi yang belum jelas kebenarannya, hingga berujung pada aksi main hakim sendiri.
“Kami tegaskan ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kuat dipengaruhi provokasi dan isu yang belum tentu benar,” kata Waris, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, keresahan masyarakat memang tidak lepas dari sejumlah insiden serangan di kawasan hutan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, khususnya periode 2021 hingga 2023. Namun, ia menegaskan kasus terbaru akan ditangani secara objektif.
Polisi saat ini terus mendalami fakta di lapangan, termasuk menggali keterangan dari korban selamat yang dinilai memiliki informasi penting. “Keterangan korban selamat menjadi rujukan utama karena mereka mengalami langsung kejadian tersebut,” ujarnya.
Waris juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan, isu yang tidak jelas justru berpotensi memperkeruh situasi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!