Daruba, Maluku Utara – Sejumlah warga Pulau Morotai mempertanyakan tarif penitipan barang di atas Kapal Motor (KM) Aksar Saputra 09 yang melayani rute Morotai–Dama–Ternate–Jailolo–Manado. Tarif penitipan dinilai tidak memiliki standar yang jelas dan cenderung ditentukan sepihak oleh pihak kapal.
Salah satu warga Morotai, Julaifa Sarambae, mengaku kerap menggunakan jasa penitipan barang di KM Aksar. Namun, ia menilai tarif yang dikenakan jauh lebih mahal dibandingkan kapal lain yang melayani rute serupa.
“Saya biasa titip barang di KM Aksar. Untuk karung kecil, awalnya diminta Rp150 ribu. Setelah saya protes, baru diturunkan menjadi Rp100 ribu. Padahal di KM Holy Merry, karung kecil biasanya hanya Rp50 ribu,” kata Julaifa kepada awak media, Minggu (1/2/2026) kemarin.
Menurutnya, keluhan tersebut sengaja disampaikan agar pihak KM Aksar melakukan pembenahan, khususnya terkait pelayanan penitipan barang. Ia menyebut keluhan serupa juga dirasakan oleh banyak pengguna jasa lainnya.
Ia pun membandingkan tarif di kapal lain.
Dia mengaku biaya penitipan barang di KM Holy Merry relatif lebih murah dan konsisten. “Kalau kirim dus kecil lewat KM Holy Merry dari Ternate, biasanya hanya Rp20 ribu. Yang terasa mahal justru di KM Aksar,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!