Sofifi, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, blak-blakan meminta Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Maluku Utara untuk terlebih dahulu membaca dokumen Feasibility Study (FS) yang telah disusun Dinas PUPR sebelum melanjutkan dialog atau menyampaikan kritik terkait pembangunan infrastruktur Jalan Trans Kie Raha.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sherly menanggapi kritik KAHMI Malut terhadap proyek pembangunan jalan tersebut, Selasa (25/11/2025).
“Apakah mereka sudah baca FS atau belum? Jadi kalau belum, suruh baca dulu baru dialog dengan saya,” tegas Sherly di halaman kantor Dikbud Malut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, FS disusun oleh tenaga profesional sehingga menjadi dasar utama dalam memahami keseluruhan rencana pembangunan, termasuk aspek teknis maupun kesesuaian dengan regulasi.
“Itulah gunanya Feasibility Study yang dilakukan oleh profesional. Setelah baca FS, baru kita berdebat dengan data, jangan dengan perasaan,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








